KPK Cecar Politikus PDIP Soal Kasus Haji

Sabtu, 16 Agustus 2014 - 11:59 WIB
KPK Cecar Politikus...
KPK Cecar Politikus PDIP Soal Kasus Haji
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDIP Said Abdullah, mengaku dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pembahasan anggaran haji di DPR.

Said merampungkan pemeriksaannya pukul 16.40 WIB, Jumat 15 Agustus 2014. Dia mengatakan, pertanyaan yang diajukan penyidik soal kebijakan apa yang diambil panitia kerja (panja) haji pada 2012.

Sebagaimana diketahui bersama setiap tahun pembahasan panja itu tidak ada yang berubah. Dia mengklaim di DPR tidak ada kejanggalan. Penyidik tidak menanyakan pidana dan penyimpangan yang dilakukan mantan Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali (SDA).

“Saya diminta jadi saksi SDA dalam konteks politik anggaran. Tidak dalam konteks penyelenggaraan,” kata Said di depan Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Dia mengklaim sebagai salah satu pihak yang menentang dan mengecam haji jumbo rombongan Suryadharma. Karena ada kolega Suryadharma, pengurus partai, dan anggota DPR yang menggunakan kuota PPIH yang harusnya kuota diberikan kepada jemaah.

Padahal kalau dilihat dari sisi sebagai pejabat publik harusnya tidak dilakukan oleh mereka. “Tapi ternyata hari ini temuan KPK bahwa ada pelanggaran kuota, kewenangan dan sebagainya," ucapnya.

"Kalau anggota DPR ikut haji, dari sisi moral itu salah atau tidak, biar hukum yang menentukan. Kalau memvonis orang janganlah,” imbuhnya. tandasnya.

Said Abdullah diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suryadharma Ali terkait kasus dugaan korupsi penyelenggaraan dan penggunaan dana haji lebih dari Rp1 triliun di Kemenag tahun anggaran (TA) 2012- 2013.

Penyidik juga memeriksa mantan anggota Komisi VIII Fraksi Partai Golkar Zulkarnaen Djabar. Sementara anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Demokrat Nuril Iman Mustofa yang dijadwalkan tidak bisa hadir karena sedang mengikuti rapat paripurna dan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyambut 69 tahun Hari Kemerdekaan Indonesia di DPR.
(maf)
Berita Terkait
Hukum Haji dengan Harta...
Hukum Haji dengan Harta Hasil Korupsi
KPK Gandeng PPATK Telusuri...
KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana Korupsi Kuota Haji
Perkumpulan Ustadz di...
Perkumpulan Ustadz di Jember Minta Firli Kawal Ketat Pengelolaan Dana Haji
Ketua KPK Ungkap Potensi...
Ketua KPK Ungkap Potensi Korupsi Pengelolaan Dana Haji Rp160 Miliar
Daftar 10 Negara dengan...
Daftar 10 Negara dengan Biaya Haji Tertinggi di Dunia
Dana Haji Terus Bertumbuh,...
Dana Haji Terus Bertumbuh, BPKH Perluas Investasi dalam Ekosistem Haji Global
Berita Terkini
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Kasus Dadan Cs, Saut...
Kasus Dadan Cs, Saut Situmorang: Semua hingga Eselon Terkecil Harus Bertanggung Jawab
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Sahroni: Urusin HAM Saja
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved