KPU Dituding Telah Lakukan Kejahatan Demokrasi
Selasa, 12 Agustus 2014 - 16:17 WIB
KPU Dituding Telah Lakukan Kejahatan Demokrasi
A
A
A
JAKARTA - Sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) yang diajukan tim advokasi kubu Prabowo-Hatta mendapat dukungan dari masyarakat Yogyakarta. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Pecinta Damai itu melakukan aksi unjuk rasa di Tugu Yogyakarta.
Beberapa poster bertuliskan kecaman terhadap penyelengara pemilu, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mereka bentangkan.
Mereka menuding KPU telah melakukan kejahatan demokrasi di negeri ini, diantaranya dengan memanipulasi data, mengelembungkan suara, hingga mengambil sikap gegabah tanpa memperdulikan rekomendasi yang diberikan Bawaslu.
"Aksi kita untuk mendukung penegakan demokrasi di negeri ini. Kecurangan yang dilakukan KPU jelas menodai demokrasi, jangan sampai Mahkamah Konstitusi memberikan putusan yang salah," kata Koordinator Aksi Abu Hamdan kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (12/8/2014).
Massa aksi melakukan orasi bergantian di bawah terik sinar matahari. Mereka menegaskan akan menyuarakan aksi dengan damai hingga putusan MA pada 21 Agustus mendatang.
Aksi yang mereka lakukan hanya spontan, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa ada kecurangan yang dilakukan KPU.
Dia berharap, putusan yang dijatuhkan MK nanti mampu memberikan keadilan bagi kubu Prabowo-Hatta. Sebab, dengan kecurangan yang terjadi, mustahil kubu pasangan nomor urut 1 itu meraih suara banyak.
"Kecurangan sudah sistematis. Kecurangan tidak dilakukan di sini (Yogyakarta), tapi wilayah lain seperti di Papua," imbuhnya.
Aksi yang berlangsung mendapat pengawalan dari pihak kepolisian setempat. Usai menyuarakan aspirasinya, mereka membubarkan diri dengan damai.
Beberapa poster bertuliskan kecaman terhadap penyelengara pemilu, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mereka bentangkan.
Mereka menuding KPU telah melakukan kejahatan demokrasi di negeri ini, diantaranya dengan memanipulasi data, mengelembungkan suara, hingga mengambil sikap gegabah tanpa memperdulikan rekomendasi yang diberikan Bawaslu.
"Aksi kita untuk mendukung penegakan demokrasi di negeri ini. Kecurangan yang dilakukan KPU jelas menodai demokrasi, jangan sampai Mahkamah Konstitusi memberikan putusan yang salah," kata Koordinator Aksi Abu Hamdan kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (12/8/2014).
Massa aksi melakukan orasi bergantian di bawah terik sinar matahari. Mereka menegaskan akan menyuarakan aksi dengan damai hingga putusan MA pada 21 Agustus mendatang.
Aksi yang mereka lakukan hanya spontan, untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa ada kecurangan yang dilakukan KPU.
Dia berharap, putusan yang dijatuhkan MK nanti mampu memberikan keadilan bagi kubu Prabowo-Hatta. Sebab, dengan kecurangan yang terjadi, mustahil kubu pasangan nomor urut 1 itu meraih suara banyak.
"Kecurangan sudah sistematis. Kecurangan tidak dilakukan di sini (Yogyakarta), tapi wilayah lain seperti di Papua," imbuhnya.
Aksi yang berlangsung mendapat pengawalan dari pihak kepolisian setempat. Usai menyuarakan aspirasinya, mereka membubarkan diri dengan damai.
(kri)