Kubu Prabowo-Hatta Cium Kejanggalan Penambahan DPT

Selasa, 12 Agustus 2014 - 09:28 WIB
Kubu Prabowo-Hatta Cium...
Kubu Prabowo-Hatta Cium Kejanggalan Penambahan DPT
A A A
JAKARTA - Tim Pembela pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mencium banyak kejanggalan yang terjadi dalam daftar pemilih tetap (DPT). Tidak mungkin rasanya ada penambahan DPT enam juta dalam kurun waktu tiga bulan.

"Sebab menurut Badan Pusat Statistik (BPS), laju pertumbuhan penduduk hanya 1,4 persen per tahun. Berarti, kalau jumlah penduduk Indonesia 250 juta penduduk, maka pertambahannya hanya 3,2 juta dalam setahun. Dan 267 ribu penduduk dalam waktu sebulan,” kata Anggota Tim Kuasa Hukum Prabowo-Hatta, Didi Supriyanto ketika dihubungi SINDO di Jakarta, Senin 11 Agustus 2014.

Dengan demikian, lanjut Didi, telah terjadi penambahan pemilih sebanyak 20 persen dari laju pertumbuhan duduk yang semestinya. Serta, dengan adanya daftar pemilih khusus (DPK) dan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) dengan jumlah yang cukup besar, menunjukkan bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bekerja dengan benar dalam memutakhirkan data pemilih.

“Kalau KPU beres kerjanya, enggak mungkin ada DPKTb atau DPK. Jangan mentang-mentang MK membuat putusan bahwa pemilih boleh pakai KTP lantas KPU seenaknya. Masa dari pemilu ke pemilu persoalannya DPT terus, enggak maju-maju,” tegasnya.

Menurut Didi, KPU telah gagal menyusun daftar memilih. Bahkan, jumlah DPKTb mencapai dua persen dari jumlah DPT. Dia menilai hal itu mengindikasikan adanya pemilih tidak wajar.

Bisa saja ada pemilih yang dengan menunjukkan KTP saja bisa memilih sebanyak dua kali, pihaknya sudah memperagakan buruknya kualitas tinta yang digunakan.

“Kita juga sudah uji bahwa kualitas tinta yang digunakan rendah. Dengan direndam cairan pemutih saja bisa hilang tintanya,” tambahnya.

Karena itu, Didi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan barang bukti, saksi, dan saksi ahli untuk mengemukakan kejanggalan penambahan daftar pemilih tersebut. Pihaknya sudah memiliki formulir C1 yang menunjukkan banyaknya jumlah pemilih dalam DPKTb.

“Kita akan membuktikan keterangan dari saksi mata, dan juga oleh saksi yang ahli di bidang ini,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
Dirjen Imigrasi Sebut...
Dirjen Imigrasi Sebut Pencekalan Febrie Adriansyah Masih Berlaku
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Soal Peluang Periksa...
Soal Peluang Periksa Nanik S Deyang di Kasus MBG, Kejagung: Minggu Ini Belum Ada Jadwal
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Infografis
Agung Gumilar Saputra,...
Agung Gumilar Saputra, Eks Kopassus yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved