KPU Laporkan Ketua DPD Gerindra DKI ke Mabes Polri
Senin, 11 Agustus 2014 - 15:27 WIB
KPU Laporkan Ketua DPD Gerindra DKI ke Mabes Polri
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik bersama komisioner KPU lainnya resmi melaporkan dugaan ancaman penculikan yang dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta, M Taufik.
"Pleno KPU yang dihadiri komisioner KPU mencermati perkembangan terakhir mencermati saudara M Taufik dari Gerindra, yang dalam satu kesempatan ingin menangkap atau bahkan menculik Ketua KPU, dimana Ketua KPU saya sendiri," kata Husni di Gedung Kemenag, Jakarta, Senin (11/8/2014).
Husni menjelaskan, satu kesempatan yang dimaksud adalah saat bersangkutan melakukan aksi demontrasi di satu tempat dan sempat beredar di media nasional. Atas dugaan tindakan tersebut, KPU telah melaporkan M Taufik ke Mabes Polri dengan melampirkan artikel/pemberitaan di media nasional sebagai alat bukti yang diserahkan.
"Maka pleno KPU putuskan sikap (ancaman) tersebut mengganggu proses persidangan di MK," ujarnya.
Senin dini hari tadi, ketujuh anggota KPU resmi melaporkan M Taufik ke Mabes Polri dengan didampingi kuasa hukum. "Agar ada penjaminan keselamatan bukan saja ketua tapi komisioner dan semua karyawan KPU," pungkasnya.
"Pleno KPU yang dihadiri komisioner KPU mencermati perkembangan terakhir mencermati saudara M Taufik dari Gerindra, yang dalam satu kesempatan ingin menangkap atau bahkan menculik Ketua KPU, dimana Ketua KPU saya sendiri," kata Husni di Gedung Kemenag, Jakarta, Senin (11/8/2014).
Husni menjelaskan, satu kesempatan yang dimaksud adalah saat bersangkutan melakukan aksi demontrasi di satu tempat dan sempat beredar di media nasional. Atas dugaan tindakan tersebut, KPU telah melaporkan M Taufik ke Mabes Polri dengan melampirkan artikel/pemberitaan di media nasional sebagai alat bukti yang diserahkan.
"Maka pleno KPU putuskan sikap (ancaman) tersebut mengganggu proses persidangan di MK," ujarnya.
Senin dini hari tadi, ketujuh anggota KPU resmi melaporkan M Taufik ke Mabes Polri dengan didampingi kuasa hukum. "Agar ada penjaminan keselamatan bukan saja ketua tapi komisioner dan semua karyawan KPU," pungkasnya.
(kri)