Tim Hukum Prabowo-Hatta Yakini Ada Kejahatan Pemilu
Sabtu, 09 Agustus 2014 - 12:51 WIB
Tim Hukum Prabowo-Hatta Yakini Ada Kejahatan Pemilu
A
A
A
JAKARTA - Tim hukum pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa meyakini terjadi kejahatan pemilu dalam pemilu presiden (pilpres) kali ini.
Keyakinan itu semakin menguat dari sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan oleh pihak Prabowo-Hatta.
"Keyakinan awal adanya kejahatan pemilu dan delik pemalsuan yang sangat serius," kata Anggota tim hukum Prabowo-Hatta, Firman Wijaya melalui pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (9/8/2014).
Ia menjelaskan, dalam rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla ditetapkan sebagai pemenang, lalu pasangan Prabowo-Hatta menggugat ke MK. Sehingga, lanjut Firman, sampai saat ini belum ada presiden definitif.
"Fakta awal persidangan membuktikan memang belum ada dan wapres definitif," tegasnya.
Keyakinan itu semakin menguat dari sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2014 yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) yang dilayangkan oleh pihak Prabowo-Hatta.
"Keyakinan awal adanya kejahatan pemilu dan delik pemalsuan yang sangat serius," kata Anggota tim hukum Prabowo-Hatta, Firman Wijaya melalui pesan singkat kepada Sindonews, Sabtu (9/8/2014).
Ia menjelaskan, dalam rekapitulasi nasional Komisi Pemilihan Umum (KPU) pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla ditetapkan sebagai pemenang, lalu pasangan Prabowo-Hatta menggugat ke MK. Sehingga, lanjut Firman, sampai saat ini belum ada presiden definitif.
"Fakta awal persidangan membuktikan memang belum ada dan wapres definitif," tegasnya.
(kri)