Tanggapan Istana Terkait Pidato Prabowo di MK

Rabu, 06 Agustus 2014 - 15:50 WIB
Tanggapan Istana Terkait...
Tanggapan Istana Terkait Pidato Prabowo di MK
A A A
JAKARTA - Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha mengaku menyimak pidato Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto dalam sidang perdana gugatan hasil Pilpres 2014, yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya menyimak apa yang dimaksud Pak Prabowo. Yang dimaksud dia itu kalau ada hal-hal yang tidak terjadi sesuai dengan koridor demokratis, maka itu layaknya terjadi di negara-negara yang non demokrasi seperti negara otoriter atau totaliter, tapi tak menyebut nama. Kan kita tidak ingin seperti itu," ujar Julian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/8/2014).

Kendati demikian, dia mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memantau langsung pidato Prabowo di MK tersebut. Disebabkan, karena SBY meski menghadiri acara puncak hari anak nasional 2014 di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

"Tapi kami sudah melaporkannya. Yang kami laporkan hanya soal kepadatan lalu lintas, meskipun saya mengikuti proses-proses awal sidang tadi. Yang pasti, yang diharapkan proses sidang dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib," tuturnya.

Lebih lanjut Julian mengatakan, Presiden SBY berpendapat, pelaksanaan Pilpres 2014 sudah berjalan sesuai dengan apa yang diamanatkan.

"Tapi tentu saja di dalamnya juga diatur tentang adanya keberatan dari salah satu pihak, dalam hal ini Prabowo-Hatta, ya memang harus kita tunggu. Kan memang ada lembaga yang mengurusi itu, yaitu menunggu keputusan MK. Jadi pesan Presiden tunggu keputusannya yang mungkin akan dikeluarkan tanggal 21 atau 22 Agustus," ungkapnya.

Maka dari itu, menurut dia, pelaksanaan Pilpres 2014 di Indonesia belum bisa disamakan dengan negara fasis atau komunis.

"Ya kita tunggu putusan MK pada tanggal 21 atau 22 Agustus, dari situ baru kita ketahui bersama seperti apa. Setelah itu baru bisa dikomentari," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Diduga Dipicu Sengketa...
Diduga Dipicu Sengketa Pemilu Massa Bakar Fasilitas Umum dan Pemerintah
Hakim MK Dapat Rompi...
Hakim MK Dapat Rompi Anti Peluru kecuali Anwar Usman
Deretan Tokoh yang Mengajukan...
Deretan Tokoh yang Mengajukan Diri Jadi Amicus Curiae MK
Bawaslu Lutim Sosialisasi...
Bawaslu Lutim Sosialisasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu
MK dan Mantan Terpidana
MK dan Mantan Terpidana
Tiga Jenis Putusan MK...
Tiga Jenis Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2024
Berita Terkini
Momen Prabowo Bincang...
Momen Prabowo Bincang dengan Megawati, Gibran, hingga JK saat Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila...
Hari Lahir Pancasila 2026, Irfan Aghasar Tekankan Pentingnya Persatuan dan Keadilan Sosial
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
PDIP Sudah Siap, Ganjar...
PDIP Sudah Siap, Ganjar Minta Percepat Pembahasan RUU Pemilu
Hidupkan Semangat Kongres...
Hidupkan Semangat Kongres Pemuda 1926, IKPPI Gelar Gema Pemuda 2026
Pelimpahan Berkas Gus...
Pelimpahan Berkas Gus Yaqut Tunggu Proses Ibadah Haji 2026 Selesai
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved