KPK Disarankan Tindak Lanjuti Informasi WikiLeaks

Senin, 04 Agustus 2014 - 13:56 WIB
KPK Disarankan Tindak...
KPK Disarankan Tindak Lanjuti Informasi WikiLeaks
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menindaklanjuti informasi awal dari WikiLeaks tentang kasus dugaan korupsi pencetakan uang.

"Bagaimana pun proses penyetakan uang negara adalah salah satu ruang gelap yang tidak pernah dijelaskan ke publik. Dalam ruang gelap di mana pengawasan publik sangat kecil, potensi adanya korupsi sangat kuat di sana," ujar Peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar kepada Sindonews, Senin (4/8/2014).

Dia mengatakan, masuknya KPK secara tidak langsung akan meminimalisasi upaya pihak-pihak yang berkepentingan untuk mempetieskan petunjuk awal tersebut.

"Karena hanya KPK, lembaga penegak hukum yang independen. Sedangkan dua lembaga penegak hukum lainnya, kepolisian dan kejaksaan, subordinasi rezim penguasa," katanya.

Sekadar diketahui, Kasus ini mencuat setelah situs antikerahasiaan, WikiLeaks, Selasa 29 Juli 2014 mengungkap perintah pengadilan Australia untuk menyensor publikasi terkait kasus dugaan penyuapan oleh anak usaha Bank Sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA).

Penyuapan diduga bernilai jutaan dolar yang dilakukan para agen anak usaha RBA, Securency and Note Printing Australia, demi mengamankan sejumlah kontrak untuk menyuplai uang kertas polimer pada Pemerintah Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Berkaitan dengan kasus itu, dalam perintah sensor tersebut ditegaskan agar publikasi apa pun tidak mengungkapkan atau menyiarkan nama-nama beberapa pejabat tinggi Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Ada 17 nama yang dilarang untuk disebut dalam perintah sensor itu,

Informasi dari WikiLeaks itu pun mendapatkan rekasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Presiden menilai informasi yang disiarkan WikiLeaks telah mencemarkan nama baiknya dan mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri.

Dia menilai informasi tersebut bisa menimbulkan berbagai spekulasi. "Juga menimbulkan spekulasi kecurigaan, bisa-bisa fitnah nanti terhadap baik Ibu Mega maupun saya," ujar SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Puri Cikeas, Bogor, Kamis 31 Juli 2014.
(dam)
Berita Terkait
Oknum Pejabat Arogan,...
Oknum Pejabat Arogan, Jaga Emosi di Ruang Publik
Empat Pemimpin Negara...
Empat Pemimpin Negara yang Paling Korupsi di Dunia
Sindir Pejabat Korup...
Sindir Pejabat Korup Banyak Gimik, Mahfud MD: Baru Keluar Penjara Sudah Pidato Perangi Koruptor
Parlemen Vietnam Tetapkan...
Parlemen Vietnam Tetapkan Vo Van Thuong sebagai Presiden Baru
Firli Bahuri Heran Ketangkap...
Firli Bahuri Heran Ketangkap KPK Bilangnya Apes
KPK Sayangkan Masih...
KPK Sayangkan Masih Ada Pejabat yang Korupsi
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved