KPK-Bareskrim Amankan 14 Orang di Bandara Soetta
Sabtu, 26 Juli 2014 - 01:49 WIB
KPK-Bareskrim Amankan 14 Orang di Bandara Soetta
A
A
A
TANGERANG - Tim gabungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), UKP4 dan Bareskim Polri telah mengamankan 14 orang yang diduga sebagai pemeras para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) saat melakukan sidak di Terminal II, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, dalam sidak ini, tim gabungan sudah mengamankan 14 orang.
"Jumlahnya 14 orang ditambah 1 korban warga negara asing (korban)," kata Abraham di lokasi sidak, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu dinihari (26/7/2014).
Mereka yang diamankan dalam sidak kali ini diantaranya oknum dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), oknum dari Mabes Polri. Selain itu para calo yang selama ini beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta.
"Diduga satu oknum TNI AD, ada dua orang dari Polri, selebihnya preman dan calo yang selama ini meresahkan dan membuat para TKI selalu menderita," ungkap Abraham.
Sementara, Kabareskim Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, setelah sidak akan segara ditindak lanjuti untuk mengurai jaringan yang kerap melakukan pemerasan terhadap para TKI.
"Oknum-oknum yang kita tangkap, jaringannya akan kita ungkap semua, kita evaluasi, ini akan jadi evaluasi untuk perbaikannya," tandasnya.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengatakan, dalam sidak ini, tim gabungan sudah mengamankan 14 orang.
"Jumlahnya 14 orang ditambah 1 korban warga negara asing (korban)," kata Abraham di lokasi sidak, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu dinihari (26/7/2014).
Mereka yang diamankan dalam sidak kali ini diantaranya oknum dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), oknum dari Mabes Polri. Selain itu para calo yang selama ini beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta.
"Diduga satu oknum TNI AD, ada dua orang dari Polri, selebihnya preman dan calo yang selama ini meresahkan dan membuat para TKI selalu menderita," ungkap Abraham.
Sementara, Kabareskim Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, setelah sidak akan segara ditindak lanjuti untuk mengurai jaringan yang kerap melakukan pemerasan terhadap para TKI.
"Oknum-oknum yang kita tangkap, jaringannya akan kita ungkap semua, kita evaluasi, ini akan jadi evaluasi untuk perbaikannya," tandasnya.
(sms)