Elite Politik Harus Bisa Kendalikan Pendukung Capres

Kamis, 17 Juli 2014 - 08:29 WIB
Elite Politik Harus...
Elite Politik Harus Bisa Kendalikan Pendukung Capres
A A A
JAKARTA - 22 Juli 2014, akan menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.

Tentu harap-harap cemas, melanda kedua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK), dengan seksama menyoroti hasil Pilpres 2014.

Pengamat politik dari Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Indonesia, Ubedilah Badrun mengatakan, elite partai politik (parpol) harus bisa mengendalikan massa pendukung capres-cawapres, jika salah satu pihak dinyatakan kalah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Elite harus mengendalikan relawan-relawan (pendukung) itu. Kemudian polisi dan tentara (TNI) harus respons untuk mengendalikan situasi menjadi aman," ucap Ubedilah saat dihubungi Sindonews, Rabu 16 Juli 2014, malam.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus menghimpun data C1 yang diperoleh dari penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebanyak 96 persen data C1 sudah terhimpun masuk di KPU.

"Prinsipnya, bahwa kami terbuka, C1 scan yang dimasukkan ke kita, hampir 96 persen," ungkap Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah, di Kantor KPU, Jakarta, Selasa 15 Juli.

Menurut Ferry, untuk mengkroscek kebenaran data C1 secara jelas, pihaknya meminta masyarakat untuk aktif melihat data tersebut di website yang tersedia di KPU.

Dia menambahkan, pada prinsipnya data C1 scan yang terhimpun dan masuk ke KPU merupakan data murni dari hasil TPS. Sehingga, akurasi data dimungkinkan tidak melenceng dari hasil TPS. "Kalau ada kejanggalan, segera lapor ke kami, secara teknis kita akan tindaklanjuti di lapangan," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved