Kubu Prabowo Minta Rekap Manual KPU Surabaya Ditunda

Rabu, 16 Juli 2014 - 13:15 WIB
Kubu Prabowo Minta Rekap...
Kubu Prabowo Minta Rekap Manual KPU Surabaya Ditunda
A A A
SURABAYA - Tim sukses Pasangan Prabowo-Hatta meminta Rekapitulasi manual di Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditunda. Pasalnya, di sejumlah PPK di Kota Surabaya masih terdapat permasalahan terkait Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb).

Ketua Tim Merah Putih Surabaya Sutadi mengatakan, hari ini memang tahapan perhitungan manual di KPU Kota Surabaya terkait hasil pilpres pada 9 Juli lalu. Tentunya tim sukses dan saksi masing-masing saksi mendapat undangan.

"Kita minta KPU Surabaya menunda dulu perhitungan. Hal itu terkait pengaduan kami soal DPKTb. Ada sekitar 2.000 TPS di Surabaya yang terindikasi ada pemilih siluman," kata Sutadi ketika dihubungi, Rabu (16/7/2014).

Pemilih siluman itu dikhawatirkan menggunakan KTP tanpa disertai dengan formulir A5. Oleh karena itu, sebelum perhitungan dimulai Tim Merah Putih meminta kepada KPU untuk menyeleseikan persoalan.

Jangan sampai, lanjut Sutadi, ada pekerjaan sia-sia. Artinya, hari ini dipaksakan untuk menghitung namun dengan temuan fakta adanya pemilih Siluman ini, akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU). "Bisa sia-sia nanti kerjanya. Ini diselesaikan dulu baru nanti menuju rekap," ujarnya.

Protes terhadap DPKTb ini, katanya, sudah sampai beberapa hari yang lalu ke KPU Kota Surabaya. Namun, hingga saat ini penyelenggara pemilu ini belum memberikan jawaban yang pasti.

Sementara dari data Tim Merah Putih Jawa Timur ditemukan 55.285 pemilih yang diduga siluman. Pasalnya, pemilih tersebut tidak menggunakan form A5 sebagaimana aturan KPU.

Contohnya di Kelurahan Dokter Sutomo, Kecamatan Tegalsari tepatnya di TPS 33 ada 272 pemilih yang tidak jelas asal-usulnya. Jumlah tersebut tersebar di 2.000 TPS se-Kota Surabaya. Kondisi yang sama juga terjadi di sejumlah kota lainnya seperti Sidoarjo, Kediri, Mojokerto dan Malang.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved