Jangan Paksakan Klaim Sepihak untuk Giring Opini Rakyat
Kamis, 10 Juli 2014 - 03:59 WIB
Jangan Paksakan Klaim Sepihak untuk Giring Opini Rakyat
A
A
A
BOGOR - Rakyat Indonesia telah usai menentukan pilihan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Sejumlah lembaga survei pun telah mengumumkan hasil quick count (hitung cepat).
Beberapa lembaga survei menyebutkan kemenangan untuk pasangan nomor satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan lembaga survei lainnya memenangkan pasangan nomor dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Menyikapi hal ini, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengatakan, lembaga survei saat ini umumnya komersil. Dan adapula, kata dia, lembaga survei yang menjadi konsultan pasangan kandidat.
"Kami tahu karena kami ditawarkan, saya punya proposal dan datanya. Dari perusahaan yang ingin menangkan saya, semua lengkap, termasuk survei. Sekarang survei bisa direkayasa. Kita tunggu berdasarkan real count dan ketetapan KPU," kata Prabowo di Cikeas, Bogor, Rabu 9 Juli 2014 malam.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa beberapa televisi asing pun sudah menetapkan salah satu kandidat sebagai pemenang Pilpres.
"Seolah-olah bangsa ini bisa diatur. Kita dapat laporan dubes juga undang-undang bupati kita dan mempengaruhi bupati kita, bahwa capres nomor ini lebih baik dari ini. Ini tidak baik," ucapnya.
"Janganlah kita menciptakan opini. Ini sama dengan memaksakan kehendak. Biarlah rakyat yang ambil kesimpulan. Jangan digiring," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.
Sebelumnya, pasangan capres dan cawapres yang diusung koalisi Merah Putih ini, tiba di kediaman SBY, Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 22.40 WIB.
Beberapa lembaga survei menyebutkan kemenangan untuk pasangan nomor satu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan lembaga survei lainnya memenangkan pasangan nomor dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Menyikapi hal ini, Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto mengatakan, lembaga survei saat ini umumnya komersil. Dan adapula, kata dia, lembaga survei yang menjadi konsultan pasangan kandidat.
"Kami tahu karena kami ditawarkan, saya punya proposal dan datanya. Dari perusahaan yang ingin menangkan saya, semua lengkap, termasuk survei. Sekarang survei bisa direkayasa. Kita tunggu berdasarkan real count dan ketetapan KPU," kata Prabowo di Cikeas, Bogor, Rabu 9 Juli 2014 malam.
Dalam kesempatan itu, dia juga mengungkapkan bahwa beberapa televisi asing pun sudah menetapkan salah satu kandidat sebagai pemenang Pilpres.
"Seolah-olah bangsa ini bisa diatur. Kita dapat laporan dubes juga undang-undang bupati kita dan mempengaruhi bupati kita, bahwa capres nomor ini lebih baik dari ini. Ini tidak baik," ucapnya.
"Janganlah kita menciptakan opini. Ini sama dengan memaksakan kehendak. Biarlah rakyat yang ambil kesimpulan. Jangan digiring," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini.
Sebelumnya, pasangan capres dan cawapres yang diusung koalisi Merah Putih ini, tiba di kediaman SBY, Puri Cikeas, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 22.40 WIB.
(maf)