LHI Acungkan Telunjuk Usai Nyoblos

Rabu, 09 Juli 2014 - 12:33 WIB
LHI Acungkan Telunjuk...
LHI Acungkan Telunjuk Usai Nyoblos
A A A
JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq tidak mau membeberkan siapa calon presiden yang dipilih usai mencoblos di TPS 18, Kecamatan Setyabudi, Rutan KPK.

Mengenakan kemeja kotak-kotak warna hitam Luthfi hanya tersenyum kecil saat hendak masuk ke dalam bilik suara. Seperti pemilih umumnya, Luthfi mencelupkan telunjuk kanan ke dalam tinta usai mencoblos.

Saat ditanya siapa yang dipilih dari dua kandidat calon presiden dan calon wakil presiden yakni Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Lutfi tak menjawab, dia hanya mengacungkan telunjuk yang sudah dicelupkan ke tinta.

"Saya sudah nyoblos," kata Luhtfi sebelum meninggalkan Rutan KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).

Ahmad Fathanah teman dekat Luhtfi, juga mencoblos di Rutan KPK. Dia tampak mengenakan kemeja berwarna abu-abu dan mengangkat kelima jarinya saat ditanya wartawan, memilih siapa di antara dua capres yang ada.

Luhtfi dan Fathanah terjerat kasus dugaan suap impor daging sapi. Keduanya juga sudah divonis oleh majelis hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta.

Seperti diketahui, ada 18 tahanan KPK yang mencoblos, enam diantaranya ditahan di rutan Guntur yakni mantan Preisden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, mantan Deputi BI Budi Mulya, mantan Wakil Rektor UI Tafsir Nurchamit, Heru Sulaksono, Bupati Biak Yesaya Sombuk dan mantan kepala Badan pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Syahrul R Sampurnajaya.

Kemudian dilanjutkan oleh para tahanan dari Rutan KPK yakni mantan anggota DPR Chairun Nisa, Susi Tur Andayani advokad dan Presiden Direktur PT Kaltim Parna Industri Arta Meris Simbolon.

Mantan Ketua MK Akil Mochtar, Bupati Bogor Rachmat Yasin, Ahmad Fathanah, Bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo, mantan Menpora Andi Alifan Mallarangeng.

Selain itu, ada itu ada Direktur PT Papua Indah Perkara Teddy Renyut, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Santoso, Pemilik PT Bali Pasifik Pragama Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.
(kri)
Berita Terkait
Dosen Fisip Kalsel:...
Dosen Fisip Kalsel: Bahas Dana Alutsista 700 Triliun, Penampilan Anies Terkesan Cari Panggung
Sarat Indikasi Pelanggaran,...
Sarat Indikasi Pelanggaran, Aktivis Ciputat Kampanyekan Tagar Lawan Pemilu Curang
Gara-gara Covid-19,...
Gara-gara Covid-19, Pilpres Polandia Jadi 'Pilpres Hantu'
Jazz dan Pilpres
Jazz dan Pilpres
Gagahnya Ganjar-Mahfud...
Gagahnya Ganjar-Mahfud Kompak Pakai Jaket Bomber ala Pilot Top Gun
Potret Tiga Capres Ikuti...
Potret Tiga Capres Ikuti Debat Ketiga Pilpres 2024
Berita Terkini
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Revisi UU Pemilu Belum...
Revisi UU Pemilu Belum Dibahas, Golkar Usul Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved