Jokowi Diduga Biarkan Dana APBD Solo Bocor

Selasa, 08 Juli 2014 - 16:21 WIB
Jokowi Diduga Biarkan...
Jokowi Diduga Biarkan Dana APBD Solo Bocor
A A A
SOLO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo menduga Joko Widodo ketika menjabat Wali Kota Solo membiarkan adanya kebocoran dana APBD Solo tahun anggaran 2010. Sehingga menyebabkan sebagian dana APBD Kota Solo tersebut bobol.

Wakil Ketua DPRD Solo, Supriyanto mengatakan, bobolnya APBD Kota Solo itu terjadi ketika Wali Kota Solo saat itu, Joko Widodo, memunculkan program baru yang diberi nama Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS).

Program tersebut menyedot anggaran yang cukup besar yakni sekitar Rp23 miliar dari APBD Solo. Seharusnya dana APBD tersebut diperuntukan bagi bagi 110.000 siswa miskin di Kota Solo.

Namun setelah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ternyata jumlah siswa yang bakal mendapatkan bantuan itu hanyalah sekitar 65.000 siswa.

Akan tetapi data dan anggaran yang telah ditetapkan tidak berubah dan akhirnya dana mengucur ke rekening yang tidak jelas.

Padahal dari hasil audit BPK, dana yang dibutuhkan untuk bantuan siswa hanyalah sekitar Rp10,6 miliar.

“BPMKS itu kan bermuatan politis dan asal-asalan saja dimunculkan, sehingga terjadi kekeliruan data dan kucuran anggaran cukup banyak,” kata Supriyanto kepada SINDO, Selasa (8/7/2014).

Supri menyebutkan bobolnya miliaran rupiah APBD Kota Solo itu memang seolah disengaja dan dibiarkan begitu saja oleh Wali Kota yang sekarang menjadi calon presiden (capres) nomor urut 2.

Menurutnya, hal itu dilakukan semata-mata untuk kepentingan politis di mana saat ini Joko Widodo maju dalam Pilkada Kota Solo untuk periode yang kedua.

Dia mengatakan, bobolnya anggaran itu sudah menjadi catatan dari BPK dan harus diperbaiki dan diselesaikan.

Akan tetapi, lanjut Supri, empat tahun berselang, kasus bobolnya anggaran itu juga tidak kunjung selesai bahkan hingga saat ini tidak ada kabarnya.

Karena itu, dia meminta kepada instansi berwenang untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dana BPMKS senilai Rp23 miliar tersebut. Supri juga mengimbau kepada warga yang mengetahui bocornya dana tersebut untuk melaporkan ke pihak berwajib agar dapat diusut tuntas.

Selain BPMKS, menurut Supri masih banyak kasus-kasus lain di masa kepemimpinan Joko Widodo yang belum terselesaikan.

Pihaknya meminta kepada kepada masyarakat untuk melaporkan kasus-kasus itu kepada pihak yang lebih berwenang agar kasusnya segera terungkap.

Sementara itu Kepada Dinas Pendidikan Kota Solo Etty Retnowati mengaku tidak tahu menahu dengan kasus dugaan penggelembungan dana APBD yang diperuntukkan bagi BPMKS karena saat itu dirinya belum menjabat kepala dinas setempat.

Etty mengaku saat itu masih menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Solo.
(sms)
Berita Terkait
Kejari Kabupaten Bekasi...
Kejari Kabupaten Bekasi Selamatkan Uang Negara Rp1,1 Miliar
Richard Ohee: Perlu...
Richard Ohee: Perlu Strategi Khusus untuk Tangani Kasus Korupsi di Papua
Korupsi Proyek Jalan...
Korupsi Proyek Jalan Rantau Alai-SP Kilip Rp1,2 M, PPK dan Kontraktor Dijebloskan ke Penjara
Mantan Bupati Inhil...
Mantan Bupati Inhil Ditetapkan Tersangka Korupsi Penyertaan Modal BUMD
Usut Dugaan Korupsi,...
Usut Dugaan Korupsi, Tim Kejari Geledah Kantor KPU Kapuas
Kejati Malut Tetapkan...
Kejati Malut Tetapkan Empat Tersangka Kasus Pengadaan Kapal Nautikan
Berita Terkini
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved