Hatta Minta KPU Cari Solusi Insiden Hong Kong
Senin, 07 Juli 2014 - 16:24 WIB
Hatta Minta KPU Cari Solusi Insiden Hong Kong
A
A
A
SUKABUMI - Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencari solusi terkait banyaknya warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) pada 6 Juli lalu.
"Saya kira KPU harus mengambil jalan, mumpung masih ada waktu sekarang ini. Karena hak memilih dan hak dipilih itu hak konstitusi warga negara. Sedapat mungkin kalau bisa difasilitasi untuk dicarikan jalan keluarnya," tutur Hatta di sela-sela kunjungannya ke beberapa pondok pesantren di Sukabumi, Senin (7/7/2014).
Dia meminta agar Badan Pengawas Pemilu mengambil tindakan bila ditemukan adanya praktik yang tidak sesuai aturan. "Bawaslu harus memeriksa itu. Bagaimanapun juga memilih itu adalah hak setiap warga negara. Walaupun dia tak wajib menyalurkannya, tapi hak warga negara harus dijamin," katanya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di TPS yang berlokasi di Victoria Park Hong Kong. Menurut catatan petugas KPPSLN Dhieny Megawati dalam akun Facebook menceritakan kericuhan bermula segerombolan orang memaksa untuk memilih di TPS tersebut.
Padahal batas waktu memilih sudah ditutup sejak pukul 17.30 waktu setempat. Sementara gerombolan itu baru tiba 30 menit setelah TPS dinyatakan ditutup.
"Saya kira KPU harus mengambil jalan, mumpung masih ada waktu sekarang ini. Karena hak memilih dan hak dipilih itu hak konstitusi warga negara. Sedapat mungkin kalau bisa difasilitasi untuk dicarikan jalan keluarnya," tutur Hatta di sela-sela kunjungannya ke beberapa pondok pesantren di Sukabumi, Senin (7/7/2014).
Dia meminta agar Badan Pengawas Pemilu mengambil tindakan bila ditemukan adanya praktik yang tidak sesuai aturan. "Bawaslu harus memeriksa itu. Bagaimanapun juga memilih itu adalah hak setiap warga negara. Walaupun dia tak wajib menyalurkannya, tapi hak warga negara harus dijamin," katanya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi di TPS yang berlokasi di Victoria Park Hong Kong. Menurut catatan petugas KPPSLN Dhieny Megawati dalam akun Facebook menceritakan kericuhan bermula segerombolan orang memaksa untuk memilih di TPS tersebut.
Padahal batas waktu memilih sudah ditutup sejak pukul 17.30 waktu setempat. Sementara gerombolan itu baru tiba 30 menit setelah TPS dinyatakan ditutup.
(dam)