Todung Apresiasi Jokowi-JK Soal Isu Kelompok Kepentingan
Minggu, 06 Juli 2014 - 17:47 WIB
Todung Apresiasi Jokowi-JK Soal Isu Kelompok Kepentingan
A
A
A
JAKARTA - Advokat Todung Mulya Lubis mengapresiasi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang mengangkat tentang kelompok kepentingan sebagai akar persoalan ekonomi Indonesia saat acara debat capres-cawapres pada Sabtu 5 Juli 2014 malam.
"Saya bersyukur Pak Jusuf Kalla mengangkat soal mafia migas. Ini persoalan akut yang kita hadapi sejak zaman Orde Baru. Tidak bisa diselesaikan karena kuatnya kepentingan kelompok tertentu yang dekat dengan lingkar kekuasaan," kata Todung di Jakarta, Minggu (6/7/2014).
Menurut Todung,Jokowi memiliki semangat untuk membawa perubahan di negeri ini. "Selain berpengalaman, komitmen Jokowi hanya satu-satunya tunduk pada konstitusi dan kehendak rakyat menyiratkan satu hal. Jokowi siap menghadapi kelompok kepentingan, termasuk mafia migas," ujar Todung.
Todung juga memberi perspektif bahwa persoalan mafia migas bukan soal perjanjian bagi hasil dengan kontraktor asing, dan bukan soal cost recovery.
Mengutip pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut Todung, bahwa korupsi yang paling besar adalah korupsi energi yang dimotori oleh mafia migas.
"Saya berharap KPK akan menghajar mafia migas secara tuntas sampai ke akarnya. Jangan tebang pilih. Saya harap pemerintah baru mendukung KPK memerangi mafia migas yang telah menghisap uang rakyat," katanya.
"Saya bersyukur Pak Jusuf Kalla mengangkat soal mafia migas. Ini persoalan akut yang kita hadapi sejak zaman Orde Baru. Tidak bisa diselesaikan karena kuatnya kepentingan kelompok tertentu yang dekat dengan lingkar kekuasaan," kata Todung di Jakarta, Minggu (6/7/2014).
Menurut Todung,Jokowi memiliki semangat untuk membawa perubahan di negeri ini. "Selain berpengalaman, komitmen Jokowi hanya satu-satunya tunduk pada konstitusi dan kehendak rakyat menyiratkan satu hal. Jokowi siap menghadapi kelompok kepentingan, termasuk mafia migas," ujar Todung.
Todung juga memberi perspektif bahwa persoalan mafia migas bukan soal perjanjian bagi hasil dengan kontraktor asing, dan bukan soal cost recovery.
Mengutip pernyataan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menurut Todung, bahwa korupsi yang paling besar adalah korupsi energi yang dimotori oleh mafia migas.
"Saya berharap KPK akan menghajar mafia migas secara tuntas sampai ke akarnya. Jangan tebang pilih. Saya harap pemerintah baru mendukung KPK memerangi mafia migas yang telah menghisap uang rakyat," katanya.
(dam)