Persiapan Kurikulum Baru Mepet

Rabu, 02 Juli 2014 - 09:37 WIB
Persiapan Kurikulum...
Persiapan Kurikulum Baru Mepet
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengakui waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pelatihan guru dan distribusi buku kurikulum tersisa tiga minggu lagi.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, dalam skenario awal pelatihan guru dan pengadaan buku kurikulum baru ditargetkan selesai pada 30 Juni.

Namun karena pelaksanaanya di daerah masih banyak yang belum beres maka batas waktunya dimundurkan kembali hingga 19 Juli. “Kita punya cadangan waktu tiga minggu untuk menyelesaikan (pelatihan guru dan distribusi buku),” katanya di Gedung Kemendikbud, Rabu (2/7/2014).

Musliar menjelaskan, tahun ajaran baru 2014/2015 memang dimulai pada 14 Juli. Namun Kemendikbud optimis pelatihan guru dan buku yang belum terdistribusi tidak akan menimbulkan kekacauan berarti.

Pasalnya, situasi belajar di awal masuk tahun ajaran baru nanti belum akan begitu sibuk. Selain itu juga akan terpotong dengan waktu libur lebaran. Meski demikian, ujarnya, Wakil Presiden Boediono menekankan Kemendikbud agar pelaksanaan kurikulum 2013 ini mesti berjalan dengan baik.

Mantan Rektor Universitas Andalas ini mengakui, tahun ini adalah pertama kalinya Kemendikbd melatih 1,3 juta guru. Hambatan tidak hanya dari segi teknis namun juga kadang banyak guru yang sudah diundang untuk dilatih di provinsi namun tidak hadir.

“Ini memang pengalaman pertama kami melatih 1,3 juta guru. Namun kami optimis guru masih bisa dilatih sampai tahun ajaran baru nanti,” terang mantan Irjen Kemendikbud ini.

Musliar menambahkan, distribusi buku juga tertatih-tatih prosesnya karena pihaknya pertama kali memakai e-katalog melalui lembaga kebijakan pengadaan barang/jasa pemerintah (LKPP).

Menurut dia pemakaian e-katalog di LKPP ini memungkinkan harga buku kurikulum hanya Rp7.000 saja. Selain itu juga kali ini sekolah yang belajar memesan sendiri buku ke percetakan.

Dalam perkembangannya, pemesanan buku oleh sekolah tidak berjalan baik. Maka dari itu, ujarnya, dibuatlah scenario memesan buku dengan mengirim email yang diakuinya sudah sangat terlambat.

Masalah lain ialah percetakan ketakutan sekolah yang sudah memesan buku namun tidak bersedia membayarnya. Dalam hal ini Kemendikbud menjamin semua sekolah akan membayar.

Pasalnya, dana pembelian buku melalui dana bantuan social itu sudah cair pada 1 Juni lalu. Memang statusnya masih sebagian yang sudah dicairkan namun wapres kembali menekankan distribusi buku mesti digenjot agar tidak ada lagi keterlambatan kembali.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved