Survei: Performa Prabowo Unggul Tipis dari Jokowi
Rabu, 25 Juni 2014 - 14:00 WIB
Survei: Performa Prabowo Unggul Tipis dari Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Jelang Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014, Forum Indonesia Maju (Forima) merilis hasi survei terkait performa masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden.
Berdasarkan survei yang dilakukan Forima setelah dua kali sesi debat capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 Juni dan 15 Juni 2014, secara keseluruhan rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap performa Prabowo sebesar 63%, 32,4% responden menilai sangat baik, dan 4,1% responden menilai buruk.
Sementara itu, performa capres nomor urut dua, Joko Widodo berada di posisi lebih rendah dari Prabowo. Sebanyak 61,9% responden menilai performa Jokowi baik, 30% mengatakan sangat baik, 8,0% buruk, dan 0,2% menilai sangat buruk.
"Nilai positif terhadap Prabowo ini dilatarbelakangi oleh penampilannya yang selalu terlihat menguasai materi dalam dua debat terakhir," ujar peneliti lembaga survei Forima, Dicky Andika di Hotel Gran Alia Prapatan, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2014).
Dicky mengatakan, dari segi gaya tutur Prabowo di atas panggung, 69% responden menyatakan baik, 27,4% sangat baik, dan 3,5% mengatakan sangat buruk. Dalam hal pilihan kata, 68,7% menilai baik, 27,4% sangat baik, dan 3,9% menilai buruk.
Dia membandingkan dengan gaya tutur Jokowi yang hanya dinilai baik oleh 60,6% responden, 32,3% menilai sangat baik, dan sisanya 7,1% menilai buruk. Dalam memilih kata ketika memberikan jawaban, Jokowi dinilai baik oleh 61,3% responden, 31,3% menilai sangat baik dan sisanya 7,4% menilai buruk.
"Secara keseluruhan, memang Jokowi berpeforma stabil dalam debat sesi pertama dan kedua. Namun dalam hal pemilihan kata, posisi Jokowi lebih rendah dari Prabowo, karena logatnya yang kental," terangnya.
Secara keseluruhan, menurut Dicky, Prabowo lebih unggul tipis dari Jokowi dengan penilaian baik dari 63,4% responden yang menyatakan baik secara performa, 32,4% menilai sangat baik, dan sisanya 4,1% menyatakan buruk.
Sedangkan Jokowi, hanya 61,9% responden yang menilai baik pada performanya, 30,0% menilai sangat baik, sisanya 8,0% menilai buruk dan 0,2% menilai sangat buruk.
Penilitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling di mana responden yang dipilih adalah 900 responden pemilih muda dengan rentang umur 17-29 tahun. Penelitian dilakukan di 20 ibu kota provinsi di Indonesia pada 1-17 Juni 2014 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin error 4%.
Berdasarkan survei yang dilakukan Forima setelah dua kali sesi debat capres yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 9 Juni dan 15 Juni 2014, secara keseluruhan rata-rata responden memberikan penilaian baik terhadap performa Prabowo sebesar 63%, 32,4% responden menilai sangat baik, dan 4,1% responden menilai buruk.
Sementara itu, performa capres nomor urut dua, Joko Widodo berada di posisi lebih rendah dari Prabowo. Sebanyak 61,9% responden menilai performa Jokowi baik, 30% mengatakan sangat baik, 8,0% buruk, dan 0,2% menilai sangat buruk.
"Nilai positif terhadap Prabowo ini dilatarbelakangi oleh penampilannya yang selalu terlihat menguasai materi dalam dua debat terakhir," ujar peneliti lembaga survei Forima, Dicky Andika di Hotel Gran Alia Prapatan, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (25/6/2014).
Dicky mengatakan, dari segi gaya tutur Prabowo di atas panggung, 69% responden menyatakan baik, 27,4% sangat baik, dan 3,5% mengatakan sangat buruk. Dalam hal pilihan kata, 68,7% menilai baik, 27,4% sangat baik, dan 3,9% menilai buruk.
Dia membandingkan dengan gaya tutur Jokowi yang hanya dinilai baik oleh 60,6% responden, 32,3% menilai sangat baik, dan sisanya 7,1% menilai buruk. Dalam memilih kata ketika memberikan jawaban, Jokowi dinilai baik oleh 61,3% responden, 31,3% menilai sangat baik dan sisanya 7,4% menilai buruk.
"Secara keseluruhan, memang Jokowi berpeforma stabil dalam debat sesi pertama dan kedua. Namun dalam hal pemilihan kata, posisi Jokowi lebih rendah dari Prabowo, karena logatnya yang kental," terangnya.
Secara keseluruhan, menurut Dicky, Prabowo lebih unggul tipis dari Jokowi dengan penilaian baik dari 63,4% responden yang menyatakan baik secara performa, 32,4% menilai sangat baik, dan sisanya 4,1% menyatakan buruk.
Sedangkan Jokowi, hanya 61,9% responden yang menilai baik pada performanya, 30,0% menilai sangat baik, sisanya 8,0% menilai buruk dan 0,2% menilai sangat buruk.
Penilitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling di mana responden yang dipilih adalah 900 responden pemilih muda dengan rentang umur 17-29 tahun. Penelitian dilakukan di 20 ibu kota provinsi di Indonesia pada 1-17 Juni 2014 dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin error 4%.
(kur)