Timses Prabowo-Hatta: Pertanyaan Soal Penjualan Indosat Spontanitas
Senin, 23 Juni 2014 - 11:14 WIB
Timses Prabowo-Hatta: Pertanyaan Soal Penjualan Indosat Spontanitas
A
A
A
JAKARTA - Anggota Tim Pemenangan Pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Idrus Marham mengungkapkan alasan Prabowo mempertanyakan penjualan Indosat terhadap Capres PDIP Joko Widodo saat debat capres semalam.
"Saya kira Pak Prabowo konsisten ketika menyangkut masalah strategis, apakah Indosat. Strategis kenapa dijual? Menjual masalah strategis sama dengan menjual harga diri bangsa," kata Idrus di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini membantah, Prabowo sengaja menyiapkan pertanyaan soal penjualan Indosat saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Pak Prabowo enggak pernah mempersiapkan, Prabowo enggak pernah nyontek. lihat saja semalam," kata Idrus.
Alasan capres Jokowi terkait penjualan Indosat lantaran Indonesia tengah dilanda krisis, kata Idrus, tidak dapat dibenarkan. Mengenai, sikap Prabowo, Idrus menilai sangat konsisten, bahwa pertahanan yang tangguh, mampu mensejahterakan rakyat dan bisa menjaga aset rakyat.
"Tidak bisa karena pada waktu itu, pada jaman Habibie dari Rp15 ribu bisa Rp7 ribu nilai rupiah. Jadi itu sangat tidak beralasan kalau itu dijadikan kondisi krisis, karena pada wktu itu proses pelan-pelan pemulihan situasi negara," pungkas Idrus.
"Saya kira Pak Prabowo konsisten ketika menyangkut masalah strategis, apakah Indosat. Strategis kenapa dijual? Menjual masalah strategis sama dengan menjual harga diri bangsa," kata Idrus di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (23/6/2014).
Sekretaris Jenderal Partai Golkar ini membantah, Prabowo sengaja menyiapkan pertanyaan soal penjualan Indosat saat pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Pak Prabowo enggak pernah mempersiapkan, Prabowo enggak pernah nyontek. lihat saja semalam," kata Idrus.
Alasan capres Jokowi terkait penjualan Indosat lantaran Indonesia tengah dilanda krisis, kata Idrus, tidak dapat dibenarkan. Mengenai, sikap Prabowo, Idrus menilai sangat konsisten, bahwa pertahanan yang tangguh, mampu mensejahterakan rakyat dan bisa menjaga aset rakyat.
"Tidak bisa karena pada waktu itu, pada jaman Habibie dari Rp15 ribu bisa Rp7 ribu nilai rupiah. Jadi itu sangat tidak beralasan kalau itu dijadikan kondisi krisis, karena pada wktu itu proses pelan-pelan pemulihan situasi negara," pungkas Idrus.
(kri)