Kemenag Akui Pendataan Aset Menjadi Masalah Besar

Kamis, 19 Juni 2014 - 04:13 WIB
Kemenag Akui Pendataan...
Kemenag Akui Pendataan Aset Menjadi Masalah Besar
A A A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengakui permasalahan pendataan aset menjadi masalah besar. Karenanya banyak aset yang dimilki Kemenag seperti tanah, tapi bangunan yang ada di sana adalah milik Pemda.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nursyam mengatakan, perlu dilakukan penertiban aset dengan membuat tim pada Kepala Biro Umum dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag. Tim tersebut sudah dibentuk dan sedang bekerja.

"Dua satker ini nantinya akan melakukan pendataan sesuai dengan aset yang seharusnya menjadi hak milik negara," katanya saat ditemui di Kantor Kemenang, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Nursyam mencontohkan, banyak asrama haji yang tersebar di setiap provinsi dinamakan barang milik haji (BMH). Selanjutnya, aset yang dulu milik haji secara perlahan dan pasti akan ditarik menjadi barang milik negara.

Selain pendataan aset, terdapat pekerjaan rumah pendataan hibah dari luar negeri yang harus diselesaikan. Permasalahan ini disebabkan dana hibah tersebut dikelola sendiri, namun terdapat pencatatan dalam laporan di Kemenag.

"Ini menjadi masalah, seharusnya dengan melakukan pengelolaan dana hibah tersendiri maka tidak ada catatan di kami. Ini adalah masalah sistem," paparnya.

Selanjutnya, akan dilakukan pertemuan trilateral antara Kemenag, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan BPK untuk menanyakan perbaikan sistem dalam menerima dana-dana hibah dari luar negeri.

Dana hibah Rp90 miliar, lanjut Sekjen, ialah dana hibah yang diberikan pemerintah Australia dalam rangka pengelolaan Madrasah. Dalam hal memberikan bantuan peningkatan akreditasi untuk 1.500 Madrasah.
(kri)
Berita Terkait
Nilai IKPA Kemenag Meningkat,...
Nilai IKPA Kemenag Meningkat, Sekretaris Itjen Sebut Pengawasan Jadi Kunci
Sekjen Kemenag Bicara...
Sekjen Kemenag Bicara Kemanusiaan dan Lingkungan di Konferensi Islam ASEAN
Kemenag Target PTKI...
Kemenag Target PTKI Tahun Ini Gelar Program Rekognisi Pembelajaran Lampau, Apa Itu?
Capai Target 10 Juta,...
Capai Target 10 Juta, Kemenag Revitalisasi Unit Percetakan Al-Qur'an
PaRD Leadership Meeting...
PaRD Leadership Meeting 2025 Bahas Peran Agama dalam Pembangunan Global
Menag Nasaruddin Minta...
Menag Nasaruddin Minta Itjen Cegah Terjadinya Kebocoran dan Pelanggaran
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Momen Besar yang Guncang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved