SBY Pidato, Petir dan Gemuruh Bersahut-sahutan
Kamis, 12 Juni 2014 - 19:08 WIB
SBY Pidato, Petir dan Gemuruh Bersahut-sahutan
A
A
A
BOGOR - Acara pengukuhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Guru Besar Ilmu Ketahanan Nasional oleh Universitas Pertahanan (Unhan) di halaman kampus tersebut, di kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014) sore, tak didukung cuaca sekitar.
Betapa tidak, saat Presiden SBY menyampaikan pidatonya yang berjudul "Perdamaian dan Keamanan dalam Dunia yang berubah: Tantangan Penyusunan Grand Strategy bagi Indonesia", cuaca di sekitar Universitas Pertahanan mendadak mendung, sekitar pukul 16.45 WIB.
Kemudian, pada pukul 17.02 WIB, angin kencang. Sesekali gemuruh terdengar. Saat itu, Presiden SBY pun masih menyampaikan pidatonya. Maklum, ada 24 lembar isi pidato Presiden SBY dalam acara ini.
Lantaran suara angin makin kencang, Presiden SBY menghentikan pidatonya. "Pak Rektor, masih aman cuacanya? masih aman?," tanya Presiden SBY kepada rektor Unhan Desi Albert Mamahit, di halaman kampus Unhan.
"Angin atau air," tanya SBY lagi. Para hadirin pun tepuk tangan. Presiden SBY pun meminta izin kepada pihak Rektor Unhan, agar acara pengukuhan atau penyampaian pidatonya dilanjutkan di ruang auditorium kampus Unhan.
"Kalau hujannya lebat, sisanya saya sampaikan di auditorium, saya teruskan sisanya. Setuju kira-kira? Pak Rektor mengizinkan?," kata Presiden SBY.
Rektor Unhan Desi Albert Mamahit beserta petinggi kampus itu pun menganggukkan kepala. "Petirnya aman tidak? Kita break selama seperempat jam, pindah ke audit, Insya Allah saya lanjutkan, agar kita tidak was-was," kata Presiden SBY.
Kemudian, acara yang digelar di halaman kampus Unhan pun dipindahkan ke auditorium kampus itu. Para pejabat pun nampak dipayungi oleh masing-masing ajudannya, menuju gedung auditorium.
Sekedar diketahui, acara itu dihadiri sejumlah jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Seperti Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung.
Kemudian Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo, Jaksa Agung Basrief Arief. Ketua DPR RI Marzuki Alie pun hadir. Selain itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pun hadir.
Betapa tidak, saat Presiden SBY menyampaikan pidatonya yang berjudul "Perdamaian dan Keamanan dalam Dunia yang berubah: Tantangan Penyusunan Grand Strategy bagi Indonesia", cuaca di sekitar Universitas Pertahanan mendadak mendung, sekitar pukul 16.45 WIB.
Kemudian, pada pukul 17.02 WIB, angin kencang. Sesekali gemuruh terdengar. Saat itu, Presiden SBY pun masih menyampaikan pidatonya. Maklum, ada 24 lembar isi pidato Presiden SBY dalam acara ini.
Lantaran suara angin makin kencang, Presiden SBY menghentikan pidatonya. "Pak Rektor, masih aman cuacanya? masih aman?," tanya Presiden SBY kepada rektor Unhan Desi Albert Mamahit, di halaman kampus Unhan.
"Angin atau air," tanya SBY lagi. Para hadirin pun tepuk tangan. Presiden SBY pun meminta izin kepada pihak Rektor Unhan, agar acara pengukuhan atau penyampaian pidatonya dilanjutkan di ruang auditorium kampus Unhan.
"Kalau hujannya lebat, sisanya saya sampaikan di auditorium, saya teruskan sisanya. Setuju kira-kira? Pak Rektor mengizinkan?," kata Presiden SBY.
Rektor Unhan Desi Albert Mamahit beserta petinggi kampus itu pun menganggukkan kepala. "Petirnya aman tidak? Kita break selama seperempat jam, pindah ke audit, Insya Allah saya lanjutkan, agar kita tidak was-was," kata Presiden SBY.
Kemudian, acara yang digelar di halaman kampus Unhan pun dipindahkan ke auditorium kampus itu. Para pejabat pun nampak dipayungi oleh masing-masing ajudannya, menuju gedung auditorium.
Sekedar diketahui, acara itu dihadiri sejumlah jajaran kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Seperti Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Chairul Tanjung.
Kemudian Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Perikanan dan Kelautan Sharif Cicip Sutardjo, Jaksa Agung Basrief Arief. Ketua DPR RI Marzuki Alie pun hadir. Selain itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) pun hadir.
(maf)