SBY tak pernah anggap JK dan Boediono ban serep
Kamis, 08 Mei 2014 - 22:36 WIB
SBY tak pernah anggap JK dan Boediono ban serep
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menuturkan dirinya tidak pernah memandang wakilnya di pemerintahan sebagai ban serep. Ia menilai posisi wakil presiden (wapres) tak kalah penting.
"Saya memandang bahwa Wapres bukanlah ban serep," ujar SBY dalam sebuah wawancara khusus yang diunggah di situs Youtube, Kamis (8/5/2014).
Selama dua periode kepemimpinan SBY, dirinya sudah didampingi oleh dua wapres yang berbeda. Mereka adalah Jusuf Kalla di Kabinet Inonesia Bersatu (KIB) I dan Boediono di KIB II.
"Ingat saya kira rakyat Indonesia ketika saya bersama Pak Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla saya berikan wewenang, saya berikan ruang," katanya.
Saat itu, dirinya juga mengklaim memberikan penugasan kepada JK untuk aktif membantu dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Demikian juga Pak Boediono sekarang ini, beliau juga bukan ban serep, banyak yang dilakukan segaris dengan kebijakan saya, sehingga pemerintahan diharapkan berjalan dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata dia, tentu keputusan akhir kebijakan yang utama itu berasal dari dirinya sebagai presiden. "Mengingat arti penting Wapres, maka saya tidak gegabah di dalam memilih cawapres dulu. Tetapi, setelah pertimbangan saya selesai, saya putuskan dan tidak pernah berubah, semua atas dasar keputusan saya sendiri," kata SBY.
Dia pun mengaku tidak pernah obral janji kepada seseorang untuk dijadikan wakilnya. Bahkan, dia juga mengaku menggunakan lembaga survei dalam menentukan seseorang yang bakal dijadikannya sebagai Wapres.
"Tidak, berdosa itu mempermainkan orang. Tapi setelah saya putuskan, saya hubungi, jadi," ungkapnya.
"Saya memandang bahwa Wapres bukanlah ban serep," ujar SBY dalam sebuah wawancara khusus yang diunggah di situs Youtube, Kamis (8/5/2014).
Selama dua periode kepemimpinan SBY, dirinya sudah didampingi oleh dua wapres yang berbeda. Mereka adalah Jusuf Kalla di Kabinet Inonesia Bersatu (KIB) I dan Boediono di KIB II.
"Ingat saya kira rakyat Indonesia ketika saya bersama Pak Jusuf Kalla. Pak Jusuf Kalla saya berikan wewenang, saya berikan ruang," katanya.
Saat itu, dirinya juga mengklaim memberikan penugasan kepada JK untuk aktif membantu dirinya dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Demikian juga Pak Boediono sekarang ini, beliau juga bukan ban serep, banyak yang dilakukan segaris dengan kebijakan saya, sehingga pemerintahan diharapkan berjalan dengan baik," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata dia, tentu keputusan akhir kebijakan yang utama itu berasal dari dirinya sebagai presiden. "Mengingat arti penting Wapres, maka saya tidak gegabah di dalam memilih cawapres dulu. Tetapi, setelah pertimbangan saya selesai, saya putuskan dan tidak pernah berubah, semua atas dasar keputusan saya sendiri," kata SBY.
Dia pun mengaku tidak pernah obral janji kepada seseorang untuk dijadikan wakilnya. Bahkan, dia juga mengaku menggunakan lembaga survei dalam menentukan seseorang yang bakal dijadikannya sebagai Wapres.
"Tidak, berdosa itu mempermainkan orang. Tapi setelah saya putuskan, saya hubungi, jadi," ungkapnya.
(kri)