Pramono beberkan 3 kemungkinan langkah politik Demokrat

Senin, 05 Mei 2014 - 22:19 WIB
Pramono beberkan 3 kemungkinan...
Pramono beberkan 3 kemungkinan langkah politik Demokrat
A A A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo hari ini bertemu dengan Staf Ahli Bidang Politik Kedutaan Besar Jepang, Shintani Naoyuki. Pertemuan itu membahas terkait dinamika politik Indonesia setelah pemilu legislatif (pileg) April lalu dan menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, terutama terkait koalisi.

"Saya sampaikan bahwa di luar dugaan, hasil hitung cepat dan exit poll yang dilakukan beberapa lembaga survei pasca pemilu legislatif lalu, mengharuskan bahkan partai dengan perolehan suara terbanyak pun untuk berkoalisi untuk bisa mengusung seorang calon Presiden. Hasil ini tidak seperti yang diramalkan lembaga-lembaga survei tersebut," kata Pramono Edhie di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Pertemuan antara Pramono Edhie dengan Shintani Naoyuki berlangsung sekira 60 menit di Media Centre Pramono Edhie Wibowo. Pramono Edhie menjelaskan, dirinya sudah membeberkan beberapa kemungkinan langkah politik Demokrat, setidaknya ada tiga opsi.

Pertama, Partai Demokrat bisa berkoalisi dengan salah satu dari tiga partai dengan perolehan suara terbesar hasil hitung cepat. dalam kondisi ini, lanjutnya, Demokrat harus menerima kondisi tidak bisa mencalonkan presiden.

Kedua, kata mantan KSAD itu, Demokrat bisa berinisiatif membentuk poros koalisi bersama partai lain dengan perolehan suara hasil hitung cepat lebih kecil untuk mengusung calon presiden sendiri.

"Ketiga, jika menang melalui opsi satu dan dua, terlibat aktif dalam pemerintahan, dan jika kalah mengambil posisi oposisi," tegas peserta Konvensi Capres Demokrat ini.

Dalam kesempatan itu, kata Pramono, Naoyuki mengakui bahwa pihaknya ingin‎ mendapatkan informasi mengenai peta koalisi partai politik. Pramono meminta untuk bersabar.

"Jepang adalah negara sahabat Indonesia sejak lama. Pemerintah Jepang ingin mengetahui lebih dalam kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sebagai referensi akan hubungan bilateral Jepang-Indonesia di masa depan," jelas Naoyuki.
(kri)
Berita Terkait
Tolak KLB Sibolangit,...
Tolak KLB Sibolangit, Demokrat Sumut Tetap Loyal Pada AHY
Pesan Moeldoko ke AHY:...
Pesan Moeldoko ke AHY: Jadi Pemipin Harus Kuat, Jangan Baperan
Makin Panas, Moeldoko...
Makin Panas, Moeldoko Disebut Bagi-bagi Uang dan Ponsel saat KLB Demokrat di Deli Serdang
Kader Muda Demokrat...
Kader Muda Demokrat Dukung KLB Partai Demokrat
Penyerahan Surat Rekomendasi...
Penyerahan Surat Rekomendasi Partai Demokrat untuk Pilkada 2024
Partai Demokrat Keluarkan...
Partai Demokrat Keluarkan 60 Rekomendasi Pilkada 2024, Ada Marshel Widianto dan Gilang Dirga
Berita Terkini
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Kementerian PPPA Perkuat...
Kementerian PPPA Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Judol
Polri Tetapkan Founder...
Polri Tetapkan Founder PT DSI Tersangka Kasus Dugaan Penipuan
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Pemerintah Hormati Putusan...
Pemerintah Hormati Putusan Kasus Andrie Yunus, Yusril: Wujud Independensi Peradilan
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved