Pemilu 2014 dianggap paling menjijikkan

Senin, 05 Mei 2014 - 17:16 WIB
Pemilu 2014 dianggap...
Pemilu 2014 dianggap paling menjijikkan
A A A
Sindonews.com - Penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014 menuai banyak masalah, mulai dari kecurangan kertas suara hingga politik uang. Bahkan, Pemilu 2014 disebut paling brutal dan menjijikkan.

Pengamat politik Burhanudin Muhtadi mengatakan, sudah mendatangi berbagai daerah pemilihan (dapil) dan mewawancarai puluhan calon anggota legislatif (caleg), umumnya mereka melakukan politik uang.

"Wawancara caleg baru ataupun petahana, ada 60 caleg. Semua mengakui adanya money politics," ungkap Burhanudin saat ditemui di Gedung MPR, Jakarta, Senin (5/5/2014).

Burhanudin pun menanyakan, mengapa hal tersebut tak bisa dideteksi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Menurutnya, secara empiris sistem proporsional terbuka yang diterapkan Indonesia justru membuka peluang politik uang.

"Tapi, poin saya, secara empirik sistem proporsional terbuka memberi insentif poin kecurangan lebih banyak dibanding yang tertutup," tegasnya.

Burhanudin menambahkan, dalam sistem kelembagaan politik di mana satu dapil memiliki banyak kursi, membuat peluang politik uang semakin besar. Sebab, ada partai yang mengharapkan kursi sisa di dapil tersebut dengan cara memberi sejumlah uang ke dapil yang memiliki banyak kursi.

"Ada sinyalemen, ada tiga partai melakukan politik uang termasuk di dapil gemuk. Di Dapil Jawa itu gemuk-gemuk. Dalam sistem politik dimana konstituen yang diperebutkan lebih kecil, maka politik uang lebih besar. Kalau elektoritnya kecil, jual beli suara lebih besar," paparnya.

Dia menambahkan, banyak sekali pemilih yang mau mengakui dirinya menerima uang dari para caleg. "Hampir sepertiga pemilih yang mengaku, apalagi yang tidak ngaku. Dulu delapan persen yang mengaku, sekarang 28 persen. Mereka terbanyak menerima duit dari caleg DPRD, kedua di pemilihan DPR RI, kemudian DPRD provinsi," tuntasnya.
(kri)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved