Golkar tak capai target, Akbar dukung evaluasi internal
Sabtu, 03 Mei 2014 - 15:50 WIB
Golkar tak capai target, Akbar dukung evaluasi internal
A
A
A
Sindonews.com - Organisasi sayap Partai Golkar meminta ada evaluasi internal terhadap hasil perolehan suara partai berlambang beringin itu dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
Hal ini didukung Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung. Menurutnya evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab perolehan suara partai yang dipimpin Aburizal Bakrie itu tidak mencapai target.
"Ternyata hasil yang kami peroleh dalam pileg jauh dari target yang sebagaimana ditetapkan,"kata ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung di kediamannya, Jalan Purwanarman, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5/2014).
Akbar mengatakan, target awal perolehan partainya dalam pileg ini sebesar 30 persen suara dan berubah menjadi 27 persen. Meskipun sudah diturunkan menjadi 27 persen, tapi target itu tetap tidak tercapai.
"Tapi kenyataan kita semua tahu Golkar hanya bisa mencapai 14,8 persen dan kalau dikonversi ke kursi antara 91-96 kursi. Akibatnya Golkar tidak bisa calonkan presiden secara langsung," ucapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mendukung agar Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu Partai Golkar diganti dengan nama Bapilu. Alasannya, dari awal di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai dikenal dengan istilah Bapilu. "Artinya betul-betul orientasinya adalah action," tegasnya.
Hal ini didukung Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Partai Golkar Akbar Tandjung. Menurutnya evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab perolehan suara partai yang dipimpin Aburizal Bakrie itu tidak mencapai target.
"Ternyata hasil yang kami peroleh dalam pileg jauh dari target yang sebagaimana ditetapkan,"kata ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung di kediamannya, Jalan Purwanarman, Jakarta Selatan, Sabtu (3/5/2014).
Akbar mengatakan, target awal perolehan partainya dalam pileg ini sebesar 30 persen suara dan berubah menjadi 27 persen. Meskipun sudah diturunkan menjadi 27 persen, tapi target itu tetap tidak tercapai.
"Tapi kenyataan kita semua tahu Golkar hanya bisa mencapai 14,8 persen dan kalau dikonversi ke kursi antara 91-96 kursi. Akibatnya Golkar tidak bisa calonkan presiden secara langsung," ucapnya.
Pada kesempatan itu dia juga mendukung agar Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu Partai Golkar diganti dengan nama Bapilu. Alasannya, dari awal di anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai dikenal dengan istilah Bapilu. "Artinya betul-betul orientasinya adalah action," tegasnya.
(kur)