PBNU kutuk praktik politik uang

Rabu, 30 April 2014 - 21:38 WIB
PBNU kutuk praktik politik...
PBNU kutuk praktik politik uang
A A A
Sindonews.com - Praktik politik uang atau money politic yang terjadi selama Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, dikutuk keras oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Sebab, praktik politik uang dinilai sebagai tindakan tercela, bahkan masuk kategori maksiat kepada agama.

"Money politic di pileg tidak boleh berulang kembali di pilpres. Penyuap dan yang disuap masuk neraka, kalau masih takut neraka," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj, di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta, Rabu (30/4/2014).

PBNU mengimbau kepada seluruh warga negara, khususnya warga NU untuk mengikat tali persaudaraan dalam pelaksanaan pilpres nanti.

"Dalam tausyiah PBNU, kita mengimbau warga nahdliyin, istigasah agar aman, damai dan lancar. Berdoa agar pemimpin nanti amanah dan membawa bangsa adil dan makmur," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, keikutsertaan warga negara dalam pilpres merupakan ibadah, jika dilaksanakan dengan benar. PBNU menegaskan, menghalalkan segala cara masuk kategori maksiat kepada Allah.

Said menegaskan, hal itu termasuk money politic yang di dalam Islam dikenal dengan istilah risywah (suap). "PBNU mengimbau agar warga negara jauhi hiruk pikuk provokasi dan agitasi yang mengancam keutuhan bangsa," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Aliansi Mahasiswa Laporkan...
Aliansi Mahasiswa Laporkan Pengaduan dalam Pelanggaran Pemilu
3 Hal yang Dilarang...
3 Hal yang Dilarang di Masa Tenang Pemilu, Berikut Sanksinya
Ketidaknetralan Bukti...
Ketidaknetralan Bukti Ketidakmampuan dan Takut Kalah Pilpres 2024
Bawaslu Susun Rancangan...
Bawaslu Susun Rancangan Peraturan Investigasi Pelanggaran Pemilu
Begini Alur Laporan...
Begini Alur Laporan Terkait Dugaan Pelanggaran Pemilu
Tekan Pelanggaran, Bawaslu...
Tekan Pelanggaran, Bawaslu Luncurkan Indeks Kerawanan Pemilu
Berita Terkini
Revisi UU Polri: Batas...
Revisi UU Polri: Batas Usia dan Syarat Anggota Kompolnas Diusulkan Lebih Fleksibel
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved