Generasi muda berperan lestarikan budaya

Rabu, 23 April 2014 - 18:48 WIB
Generasi muda berperan...
Generasi muda berperan lestarikan budaya
A A A
Sindonews.com - Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) menggelar peringatan Hari Kebudayaan Dunia (World Heritage Day) yang ditetapkan UNESCO setiap 18 April.

Para mahasiswa FIB UI merayakannya dari tanggal 20-23 April dengan berbagai pameran budaya, penampilan tari, hingga seminar budaya.

"Kita merayakannya dengan cara seperti ini, para mahasiswa FIB juga pakai baju kebudayaan seperti baju Dayak atau batik," kata Ketua BEM FIB UI Raihan Abiyan Fatthah di Kampus FIB UI, Depok, Rabu (23/04/2014).

Sebab tahun 2015, Kemendikbud mendorong 9 tari tradisional Bali agar diakui UNESCO sebagai budaya dunia yang akan dilestarikan. Tari Legong termasuk dari sembilan tari tersebut.

"Paling dominan kami tampilkan hari ini keris, karena keris sudah diakui ada 6 kebudayaan Indonesia diantaranya keris, nokem, saman, wayang, batik, kegiatan ini kali kedua oleh BEM FIB UI dan Lontara Project," jelasnya.

Salah satu pameran yang digelar yakni pameran keris digagas oleh Komunitas Keris UI. Pembina Komunitas Keris UI Donny Satryowibowo yang juga alumni Sastra Jawa UI, mengatakan jumlah keris yang ditampilkan hanya sebagian dari 300 keris yang dimilikinya.

"Dari zaman yang paling tua ada di Ciputat, ada ratusan. Ada yang belum disebut keris masih belati dari zaman megalitikum. Kalau paling tua dari Mataram Hindu Budha masa Borobudur, saya mengumpulkannya sejak dulu masih SD sudah diajak berkeliling oleh kakek dan ayah saya," katanya.

Menariknya, kata Donny, budaya Indonesia khususnya Jawa sangat erat dengan keris. Bahwa UI sebagai salah satu pusat budaya bangsa dapat merangkum semua knowledge budaya bangsa.

"Pengolahan science secara akademisi, karena selama ini keris dijauhi. Dianggap kuno dan musyrik padahal sudah diakui UNESCO karena metalurgi pembuatannya tinggi sekali, sayangnya belum dapat porsi yang cukup dari bangsa kita sendiri. Ini berupaya untuk mengajak ketertatikan anak muda," jelasnya.

Awalnya, lanjut Donny, keris adalah senjata tikam, lalu menjadi fungsi simbiotik, simbol makna, legitimasi strata sosial, simbol budaya, dan kepangkatan. Ia meminta agar anak muda jangan hanya mengidolakan budaya asing, tetapi lebih menghargai budaya dalam negeri.

"Sekarang jamannya gadget, kita bisa lihat Katana Jepang, kurang kuno apa budaya itu, tetapi disana dipopulerkan. Karena itu bagaimana caranya kita menghargai dan menampilkan budaya kita itu yang kita terapkan kepada generasi muda," tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Kenalkan Budaya Nusantara,...
Kenalkan Budaya Nusantara, Perinma Gelar This is Indonesia
KEN 2024 Resmi Digelar,...
KEN 2024 Resmi Digelar, Hadirkan Ragam Parade Festival Seni dan Budaya Indonesia
Jelaskan Tarian Nusantara...
Jelaskan Tarian Nusantara kepada Jokowi, Butet Kartaredjasa: Bangun Akar dan Budaya
Tujuh Tari Tradisional...
Tujuh Tari Tradisional Asal Indonesia yang Mendunia
Satukan Kebudayaan di...
Satukan Kebudayaan di IKN, Festival Harmoni Budaya Nusantara 2024 Resmi Ditutup
Jagantara Hadirkan Pasar...
Jagantara Hadirkan Pasar Rakyat di Tengah Mal, Nostalgia Jajanan Masa Kecil
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
Perjuangan Garuda Muda...
Perjuangan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 Dimulai!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved