Ini alasan PPP merapat ke Partai Gerindra

Jum'at, 18 April 2014 - 16:03 WIB
Ini alasan PPP merapat...
Ini alasan PPP merapat ke Partai Gerindra
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali (SDA) menilai Prabowo Subianto merupakan figur yang layak untuk memimpin Indonesia ke depan.

Hal tersebut merupakan alasan PPP ingin berkoalisi dengan Partai Gerindra pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. "Kami menilai Prabowo cocok untuk memimpin Indonesia ke depan menurut pandangan kami, yang lain pasti punya pandangan yang berbeda," kata SDA di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta, Jumat (18/4/2014).‬

Sebelumnya, dia juga menyampaikan bahwa dukungan itu tidak terkait perjanjian politik antara kedua partai apabila pada akhirnya mereka sepakat untuk bersatu, namun lebih karena kesamaan pandangan.

"Seluruhnya diarahkan untuk kepentingan bangsa. Bersatu dahulu, kita punya visi yang sama misi yang sama untuk memperjuangkan bangsa ini. Tidak ada politik transaksi," terangnya.

Menteri Agama (Menag) ini juga menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan dorongan dari kader mereka. "PPP dukung sepenuhnya untuk pencalonan Prabowo. Ini respons masyarakat di bawah mendorong PPP untuk mendukung pak prabowo. Realitas di grass root seperti ini," ujarnya.
(dam)
Berita Terkini
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Noel Jelang Vonis Kasus...
Noel Jelang Vonis Kasus Pemerasan di Kemnaker: Naik Asam Lambung Saya
Kejagung Ungkap Tersangka...
Kejagung Ungkap Tersangka Dadan Hindayana dan 2 Eks Waka BGN Bekerja Sama dan Saling Mengetahui
Tersangka Korupsi, Silmy...
Tersangka Korupsi, Silmy Karim dan Pejabat Imigrasi Dinonaktifkan dari Jabatan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved