Pakar pendidikan: Soal UN terkait Jokowi harus dianulir
Rabu, 16 April 2014 - 10:06 WIB
Pakar pendidikan: Soal UN terkait Jokowi harus dianulir
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu) diminta menganulir soal Unjian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) yang mencantumkan nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Caranya dengan membenarkan apapun jawaban yang dipilih peserta UN terkait pertanyaan mengenai nama calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang biasa disapa Jokowi itu.
"Artinya tidak perlu mengulang (UN)," ujar pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman ketika berbincang dengan Sindonews, Rabu (16/4/2014).
Menurutnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh harus mengusut motif dimunculkannya nama Jokowi dalam lembaran soal Bahasa Indonesia itu. "Ya, saya pikir harus ditanyakan, (pembuat soal sangat tidak peka," tegasnya.
Sebelumnya, Arief berpendapat nama Jokowi dalam soal UN SMA tidak memenuhi relevansi akademis. "Yang dimaksud relevansi akademis, tokoh tersebut secara ilmiah sudah dibahas atau belum oleh ilmuan, sosial, bahwa tokoh boleh dan bisa dianalisa," tukasnya.
Berita:
SBY minta Mendikbud usut nama Jokowi di UN
Caranya dengan membenarkan apapun jawaban yang dipilih peserta UN terkait pertanyaan mengenai nama calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang biasa disapa Jokowi itu.
"Artinya tidak perlu mengulang (UN)," ujar pakar pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Arief Rachman ketika berbincang dengan Sindonews, Rabu (16/4/2014).
Menurutnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh harus mengusut motif dimunculkannya nama Jokowi dalam lembaran soal Bahasa Indonesia itu. "Ya, saya pikir harus ditanyakan, (pembuat soal sangat tidak peka," tegasnya.
Sebelumnya, Arief berpendapat nama Jokowi dalam soal UN SMA tidak memenuhi relevansi akademis. "Yang dimaksud relevansi akademis, tokoh tersebut secara ilmiah sudah dibahas atau belum oleh ilmuan, sosial, bahwa tokoh boleh dan bisa dianalisa," tukasnya.
Berita:
SBY minta Mendikbud usut nama Jokowi di UN
(kur)