Mengandung unsur politik, perumus soal UN langgar prinsip

Selasa, 15 April 2014 - 15:07 WIB
Mengandung unsur politik,...
Mengandung unsur politik, perumus soal UN langgar prinsip
A A A
Sindonews.com - Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional (UN), dunia pendidikan masih saja tercoreng dengan isu politik. Setelah kemarin biografi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo muncul di soal UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, kali ini program yang digagas Jokowi yakni Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) muncul di soal UN mata pelajaran Sosiologi.

Soal tersebut didapat siswi sekolah menengah Islam di Beji, Depok saat mengikuti UN di SMAN 1 Depok. Menanggapi hal itu Pengawas UN di SMAN 1 Rahmat Hidayat menyesalkan hal tersebut.

Menurutnya, semesetinya setiap tim perumus dan pembuat soal sudah mengerti mengenai rambu-rambu dan prinsip pokok membuat soal. Prinsip utama yang tak boleh dilanggar adalah soal dilarang mengandung SARA dan politik.

"Itu rambu kita junjung tinggi, isi dilarang mengandung SARA dan politik. Ketika sudah ada itu, saya enggak ngerti kenapa itu muncul, siapa pembuat soalnya. Dua prinsip itu sudah dilanggar. Prinsip pembuatan soal, bagaimana jadinya sampai diperbolehkan," tukasnya kepada wartawan, Selasa (15/04/2014).

Rahmat menambahkan, meski pada soal Sosiologi tak menyebutkan nama Joko Widodo, namun masyarakat memiliki persepsi siapa orang yang menggagas program itu. Ia mengaku prihatin dengan bentuk intervensi politik seperti itu di dunia pendidikan.

"Saya sangat prihatin. Tergantung terkaan kita masing-masing, setiap orang pasti punya pendapat. Kita sih pasti mengerti kontennya, bisa menebak itu bentuk-bentuk intervensi politik di dunia pendidikan, bagi seorang pendidik bahwa kemurnian soal sudah diintervensi. Siapa yang melakukan dan tujuannya apa ini juga masih diselidiki Kemendikbud," tandasnya.

Hal senada dikatakan oleh Kepala Bidang Menengah Kejuruan Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chaerijah. Ia menyesalkan mengapa soal tersebut muncul menjelang Pilpres.

"Ini jadi sangat riskan, padahal soal UN sudah dibuat sejak tiga bulan sebelum UN. Sekarang bentuknya seperti itu malah muncul jelang Pilpres," tegasnya.

Baca berita:
Selain Jokowi, KJS & KJP juga ada di soal UN
(kri)
Berita Terkait
UN Ditiadakan, PPDB...
UN Ditiadakan, PPDB Jateng Tahun Ini Gunakan Nilai Rapor
Pemerintah Pertimbangkan...
Pemerintah Pertimbangkan Diadakannya Kembali Ujian Nasional
Menggagas Pengganti...
Menggagas Pengganti Terbaik UN
UN Kembali Ditiadakan,...
UN Kembali Ditiadakan, Penilaian Kelulusan Siswa Kewenangan Sekolah
Kabar UN Mau Diberlakukan...
Kabar UN Mau Diberlakukan Lagi Tahun Depan, Mendikdasmen Bilang Begini
Inilah 5 Negara Tanpa...
Inilah 5 Negara Tanpa Ujian Nasional
Berita Terkini
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved