Strategi PPP bisa raih pemilih di Pileg 2014

Senin, 14 April 2014 - 16:05 WIB
Strategi PPP bisa raih...
Strategi PPP bisa raih pemilih di Pileg 2014
A A A
PEMILU Legislatif (Pileg) 2014 banyak kalangan termasuk lembaga survei memprediksi partai berbasis Islam terancam tidak lolos ke Senayan. Namun kenyataan bertolak belakang dengan prediksi para lembaga survei tersebut.

Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) pileg 9 April kemarin perolehan suara sejumlah partai berbasis Islam justru mengalami peningkatan. Menurut survei Indonesia Research Center (IRC), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 9,5 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 7,11 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 7,7 persen dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 6,81 persen. Hanya Partai Bulan Bintang (PBB) partai berbasis Islam yang perolehan suaranya cuma 1,61 persen.

Apa yang membuat sejumlah partai berbasis Islam ini mengalami peningkatan perolehan suara? Ketua Umum PPP Suryadharma Ali atau biasa disapa SDA berbagi cerita strategi internal partainya dalam mendulang perolehan suara di Pileg 2014 kepada Sindonews.

Seperti apa persiapan PPP menghadapi Pemilu 2014?
Persiapan PPP untuk pileg yaitu kampanye di berbagai daerah. Kampanye yang dilakukan ini tidak lain untuk lebih memasarkan program PPP yang tentu diharapkan dapat menarik simpatik masyrakat kepada PPP yang berujung dipilihnya PPP dalam pileg 9 April.

Ada faktor mesin politik PPP?
Mesin politik di lapangan tentu ada yang maksimal ada juga yang belum maksimal. Selain mesin partai ada juga mesin politik di luar partai. Tetapi pada saat yang bersamaan calon-calon anggota legislatif dari PPP membangun jaringan baru, konstituen baru, maka dengan demikian PPP memperoleh dukungan lebih luas lagi di masyarakat.

Bagaimana dengan basis pemilih fanatik PPP?
PPP memang mempunyai basis pemilih fanatik, tapi PPP tidak boleh bertumpu basis pemilih PPP yang fanatik. PPP harus memperluas sayapnya, memperlebar sayapnya pada pemilih lain, jika dulu tidak memilih PPP, sekarang memilih PPP.

Kemudian para pemilih pemula tahun 2014 ini pilihan mereka jatuh pada PPP, dan yang tidak kalah pentingnya kita sasarkan pada pemilih yang belum menentukan pilihannya. Jumlahnya cukup banyak, kita berharap mereka tidak golput (golongan putih) dan memberikan pilihan kepada PPP.

Bagaimana strategi PPP bisa menarik simpati pemilih?
Saya melihat kerja caleg sangat bagus, tidak hanya kampanye resmi, tapi juga tidak resmi melalui silaturahmi dengan masyarakat dan tokoh agama. Seperti direncanakan ada pertemuan dengan para ulama, lebih dari seribu ulama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten sudah diprogramkan untuk bertemu dengan ulama di provinsi itu.

Sementara untuk pemilih pemula strategi yang digunakan adalah silaturahmi tatap muka, kita bisa menyampaikan atau memperkenalkan apa itu PPP. Mulai dari asas, lambang, fungsi dan peran dari PPP. Tak kenal maka tak sayang. Bagi PPP silaturahmi jauh lebih efektif daripada baliho dan iklan.

Apa kendala PPP yang dirasakan menghadapi pileg?
Kendala pasti ada, kendalanya yang dialami, yakni keterbatasan dana. Akibat dari itu pengerahan massa jadi terganggu, tapi dengan cara tatap muka kita tidak perlukan pertemuan besar. Pertemuan relatif kecil tapi intensitasnya tinggi. Dengan demikian biaya kampanye lebih murah dan efektif, karena caleg berhadapan langsung dengan pemilih. PPP bisa diperkenalkan lebih mendalam dan si caleg bisa menyampaikan visi dan misinya.

Bagaimana dengan publikasi di udara?
PPP tidak punya media, kami yakin media meskipun sudah banyak yang dimiliki oleh partai politik, tapi netralitas media masih kita yakini ada.

Seperti apa hubungan PPP dengan basis Gus Dur?
PPP memandang Gus Dur itu pribadi yang memiliki prestasi tinggi, bukan saja sebagai ilmuwan, tentang ilmu pengetahun, agama kebudayaan tentang sosial politik termasuk tentang bola. Beliau pemikir yang brilian, kita selalu terpukau dan selalu mendapatkan pemikiran yang baru dan orisinal dari beliau dan itu yang kita lihat dari sosok Gus Dur.

Keluarga Gus Dur memilki hubungan historis dan ideologis dengan PPP. Contoh, kakeknya Gus Dur memilki sumbangan yang besar bagi PPP yaitu KH Bisyri Syamsuri yang menciptakan lambang Kakbah untuk PPP itu kan sangat ideologis. Kemudian Ibunda Gus Dur juga menjadi aggota DPR RI PPP beberapa periode. Memang ada hubungan seperti itu tentu kita tidak bisa abaikan. Saat ini hubungan keluarga Gus Dur terlihat hangat mesra, sangat baik. Tidak lain karena keterikatan dengan masa lalu.

Berpengaruh terhadap perolehan suara PPP?
Saya tidak bisa memastikan, tapi saya berharap seperti itu, karena Gus Dur sosok yang dikagumi. Bukan saja di kalangan ilmuwan, bukan saja di kalangan tokoh umat Islam, tapi tokoh masyarakat agama lain, dari sisi ini Gus Dur memilki konstituen yang luas.

Adanya perhatian lebih dari Ibu Sinta Nuriyah, Ibu Yenny Wahid dari keluarga Gus Dur lainnya tentu membuat kita senang dan berharap ada pengaruhnya terhdap peningkatan suara PPP pada pemilu tahun ini.

Bagaimana dengan persiapan pilpres sendiri?
Perolehan suara pada pileg, perolehan itu menjadi modal dasar untuk menetapkan capres atau cawapres. Dari modal dasar itu bisa diketahui perlu berkoalisi dengan siapa, jadi pileg sangat menentukan untuk melakukan langkah-langkah berikutnya.

PPP cocoknya berkoalisi dengan partai apa?
Kalau koalisi bagi PPP adalah suatu keharusan, mengapa, karena pemerintahan ini tidak mungkin dikelola oleh satu atau dua partai betapapun besarnya dia tanpa melibatkan yang lain. Problematika bangsa ini cukup komplek, kebersamaan dengan partai lain.

Persoalan apa dari bangsa ini yang perlu segera diatasi?
Menurut saya yang perlu dibangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia bahwa kita banyak masalah. Tapi kita juga harus membangun keyakinan bahwa kita dapat menyelesaikan masalah itu.
Kita menyadari banyak kelemahan tapi kita memiliki keyakinan, kita memiliki kekuatan, jadi kita tidak menyerah dengan kelemahan kita. Kita harus membangun kepercayaan diri bisa mengatasi berbagai persoalan.

Dari membangun kesadaran kolektif bangsa Indonesia, maka tentu ada langkah-langkah. Paling utama tentu tidak mencemooh bangsa sendiri, membangun kebanggaan terhadap bangsa sendiri, dengan kebanggaan itu saya punya keyakinan ekonomi bakal tumbuh aspek kehidupan lainnya juga bisa berkembang. Jadi yang penting membangun percaya diri.

Program apa yang ditawarkan, tentu tidak jauh dengan partai lain, program negara tidak jauh dari ekonomi, pendidikan, dan budaya. Penegakkan hukum pemberantasan korupsi menjadi moral bangsa. Seperti persoalan buruh, penciptaan lapangan kerja.
(kur)
Berita Terkait
Tata Tertib Tes Wawancara...
Tata Tertib Tes Wawancara PKN STAN 2024, Pejuang Sekolah Kedinasan Wajib tahu
Wawancara Khusus Alex...
Wawancara Khusus Alex Marquez, Saya Ingin Jadi Rider Terbaik MotoGP
Wawancara Khusus Marc...
Wawancara Khusus Marc Marquez. Di Lintasan, Alex adalah Kompetitor
Wawancara CEO dan Co-Founder...
Wawancara CEO dan Co-Founder Zipmex, Marcus Lim: Potensi Investasi Aset Digital jadi Gaya Hidup
Wawancara Khusus Jonatan...
Wawancara Khusus Jonatan Christie: Kampiun All England 2024 setelah Sewindu Puasa
6 Langkah Menguasai...
6 Langkah Menguasai Wawancara Online, Berguna bagi Pencari Kerja
Berita Terkini
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Ajak Kader Contoh Kegigihan Timnas Norwegia
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Pentingnya Menjaga Rasa Keadilan Publik
Febrie Adriansyah Sarapan...
Febrie Adriansyah Sarapan Bareng Tahanan KPK, Pengacara: Lauknya Telur Ceplok dan Bihun
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved