Undangan nyoblos KPU dinilai minim informasi

Senin, 07 April 2014 - 17:40 WIB
Undangan nyoblos KPU...
Undangan nyoblos KPU dinilai minim informasi
A A A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai tidak tuntas saat menyampaikan undangan kepada para pemilih. Hal itu bisa berakibat fatal bagi pemilih saat pencoblosan nanti.

Menurut Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, harusnya KPU mengintruksikan kepada petugas Panitia Pemungutan dari Tingkat Kecaman (PPK) dan kelurahan (PPS) agar memberikan sosialisasi batas waktu pencoblosan. Sehingga, pemilih mengetahui secara detail waktu terakhir pencoblosan.

"Menginformasikan sewaktu mendistribusikan undangan bahwa waktu memilih sampai jam satu, termasuk juga bagi warga negara yang belum terdaftar," kata Titi di Cikini, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Menurutnya, lewat model formulir C6 untuk mengundang pemilih, petugas pemilu wajib memberitahukan kepada pemilih dari batas waktu sampai lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dituju.

Titi menyatakan, kendati surat undangan terkesan sepele dan teknis, namun hal itu sangat menentukan hak pilih masyarakat. Dia khawatir, masyarakat yang tidak memiliki formulir C6 takut menggunakan hak pilihnya.

"Walaupun pemilu ada kegiatan yang rutin tidak semua punya pemahaman yang baik seperti kita," ungkapnya.

Selain itu, Titi menambahkan, untuk mengantisipasi surat undangan yang salah kirim atau salah alamat, pihaknya meminta kepada KPU agar berperan aktif mengontrol proses penyebaran C6. Cara tersebut untuk mengurangi tingkat kecurangan yang bisa terjadi saat pemungutan suara, dan berdampak pada pemecatan anggota KPU oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"KPU harus punya mekanisme pengawasan internal yang bisa memastikan petugas-petugas di lapangan itu tidak melakukan manipulasi suara, karena mereka ini kan yang rentan," tambahnya.
(kri)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
Komisioner KPU Dianggap...
Komisioner KPU Dianggap Boros Anggaran karena Tinggal di Apartemen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved