Pemuda diharapkan tak golput & gunakan hak pilih
Senin, 31 Maret 2014 - 15:02 WIB
Pemuda diharapkan tak golput & gunakan hak pilih
A
A
A
Sindonews.com - Sepekan menjelang pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) pada 9 April 2014, namun tidak sedikit orang yang menyatakan belum memutuskan untuk menggunakan hak pilih atau tidak.
Anak muda yang sebagian besar merupakan pemilih pemula dan belum ikut memilih pada pemilu 2009 tentu berperan besar pada distribusi suara di pemilu 2014.
"Mengingat jumlah warga berusia muda di Indonesia saat ini cukup besar dan bisa mengubah peta perpolitikan secara strategis," kata Ketua Pelaksana Surabaya Youth Carnival (SYC) 2014, Rizky Herdiansyah, lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (31/3/2014).
Menurutnya, keikutsertaan anak muda pada pileg, merupakan bentuk partisipasi politik yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat.
“Para anggota dewan itu adalah wakil kita, anak muda harus aktif memilih dan menyampaikan aspirasi melalui orang yang tepat. Dengan memilih orang yang tepat," ucapnya.
"Setidaknya kita mempersiapkan DPR yang diisi oleh orang-orang berkualitas dan tidak sekedar mengumbar janji. Perkembangan internet membuat kita lebih muda mencari tau rekam jejak calon yang akan kita pilih. Ini saatnya anak muda ikut memilih wakilnya dengan bijak!” tambahnya.
Rizky menyatakan, saat ini peta perpolitikan Jawa Timur didominasi oleh tiga partai besar. Demokrat melalui Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Kemudian warga nahyidin yang solid kepada PKB dan menunjukkan kekuatan mereka melalui enam juta suara untuk Khofifah pada Pilgub 2013 lalu.
Terakhir tentu kita tidak lupa secara historis PDIP juga memiliki basis yang cukup baik di Jawa Timur. Tentu, kita harus membuat pilihan politik secara logis, tidak semata-mata karena historis dan intervensi pihak lain. "Anak muda harusnya tidak mau suaranya dibeli dengan uang Rp 50.000 atau berapapun,” tutur Rizky.
Sementara itu Wakil Ketua Pelaksana SYC 2014, Edwina Anandita menekankan harapannya agar banyak caleg perempuan yang terpilih pada Pileg 2014.
“Saat ini perempuan telah memiliki kapasitas dan kualitas yang sangat baik, kita bisa lihat itu pada sosok Nurul Arifin, Rieke Pitaloka, bahkan Ibu Risma," tuturnya.
"Budaya patriarki merupakan sebuah isu besar di Indonesia, perempuan dianggap tidak setara dengan pria. Padahal saat ini kita harus fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas bukan lagi memperdebatkan isu gender,” pungkasnya.
Anak muda yang sebagian besar merupakan pemilih pemula dan belum ikut memilih pada pemilu 2009 tentu berperan besar pada distribusi suara di pemilu 2014.
"Mengingat jumlah warga berusia muda di Indonesia saat ini cukup besar dan bisa mengubah peta perpolitikan secara strategis," kata Ketua Pelaksana Surabaya Youth Carnival (SYC) 2014, Rizky Herdiansyah, lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (31/3/2014).
Menurutnya, keikutsertaan anak muda pada pileg, merupakan bentuk partisipasi politik yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat.
“Para anggota dewan itu adalah wakil kita, anak muda harus aktif memilih dan menyampaikan aspirasi melalui orang yang tepat. Dengan memilih orang yang tepat," ucapnya.
"Setidaknya kita mempersiapkan DPR yang diisi oleh orang-orang berkualitas dan tidak sekedar mengumbar janji. Perkembangan internet membuat kita lebih muda mencari tau rekam jejak calon yang akan kita pilih. Ini saatnya anak muda ikut memilih wakilnya dengan bijak!” tambahnya.
Rizky menyatakan, saat ini peta perpolitikan Jawa Timur didominasi oleh tiga partai besar. Demokrat melalui Gubernur Jawa Timur, Sukarwo. Kemudian warga nahyidin yang solid kepada PKB dan menunjukkan kekuatan mereka melalui enam juta suara untuk Khofifah pada Pilgub 2013 lalu.
Terakhir tentu kita tidak lupa secara historis PDIP juga memiliki basis yang cukup baik di Jawa Timur. Tentu, kita harus membuat pilihan politik secara logis, tidak semata-mata karena historis dan intervensi pihak lain. "Anak muda harusnya tidak mau suaranya dibeli dengan uang Rp 50.000 atau berapapun,” tutur Rizky.
Sementara itu Wakil Ketua Pelaksana SYC 2014, Edwina Anandita menekankan harapannya agar banyak caleg perempuan yang terpilih pada Pileg 2014.
“Saat ini perempuan telah memiliki kapasitas dan kualitas yang sangat baik, kita bisa lihat itu pada sosok Nurul Arifin, Rieke Pitaloka, bahkan Ibu Risma," tuturnya.
"Budaya patriarki merupakan sebuah isu besar di Indonesia, perempuan dianggap tidak setara dengan pria. Padahal saat ini kita harus fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas bukan lagi memperdebatkan isu gender,” pungkasnya.
(maf)