Jangan asingkan pecandu narkoba
Jum'at, 28 Maret 2014 - 05:31 WIB
Jangan asingkan pecandu narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Penyalahgunaan narkoba (narkotika dan obat-obatan terlarang) menunjukkan angka yang makin mengkhawatirkan setiap tahunnya.
Dalam mengatasi persoalan nasional tersebut, dibutuhkan peran aktif pemuda Indonesia, utamanya sebagai sasaran empuk para pengedar.
"Begitu menggurita dan berbahayanya narkoba sudah diketahui semua pihak. Karena itu generasi muda jangan abai," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, di Auditorium UNY, Yogyakarta, Kamis 27 Maret 2014.
"Tapi jangan pula lebay atau berlebihan dengan mengasingkan penderita narkoba. Jika pengguna narkoba diasingkan, maka temannya hanya satu yakni narkoba itu sendiri," imbuhnya.
Di hadapan para mahasiswa, beberapa univeritas di DIY dalam sosialisasi pentingnya bela negara dan anti narkoba, Roy memaparkan terus meningkatnya pengguna narkoba.
Data di Indonesia menunjukkan, satu dari 24 empat anak laki-laki terlibat narkoba. Sedangkan keterlibatan anak perempuan pada narkoba lebih rendah yakni satu dari 120 anak.
"Jika tidak dilakukan upaya pencegahan, pada 2015 mendatang diperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia bisa mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Ini sungguh memprihatinkan dan kita semua tidak ingin perkiraan itu terjadi," ungkapnya.
Menurut Roy, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memiliki satuan tugas (satgas) narkoba, sebagai rasa tanggung jawab terhadap peredaran narkoba.
Ketua Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Ratna Joko Suyanto mengemukakan, program penyuluhan tentang bela negara dan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi para pelajar dan mahasiswa sangat perlu dilakukan.
Tak hanya sekadar mengingatkan kembali tentang bahaya narkoba dan pentingnya nasionalisme, kegiatan tersebut juga dimaksudkan agar mampu membangun komunikasi dan konsistensi SIKIB untuk ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam dua hal tersebut.
"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia dalam kondisi sangat memprihatinkan. Dampaknya luar biasa dan mampu merusak sendi kehidupan masyarakat. Lebih mengkhawatirkan lagi, persentase penyalahgunaan narkoba dari kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa cukup besar," ujar isteri Menkopolhukam itu.
Dalam mengatasi persoalan nasional tersebut, dibutuhkan peran aktif pemuda Indonesia, utamanya sebagai sasaran empuk para pengedar.
"Begitu menggurita dan berbahayanya narkoba sudah diketahui semua pihak. Karena itu generasi muda jangan abai," kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo, di Auditorium UNY, Yogyakarta, Kamis 27 Maret 2014.
"Tapi jangan pula lebay atau berlebihan dengan mengasingkan penderita narkoba. Jika pengguna narkoba diasingkan, maka temannya hanya satu yakni narkoba itu sendiri," imbuhnya.
Di hadapan para mahasiswa, beberapa univeritas di DIY dalam sosialisasi pentingnya bela negara dan anti narkoba, Roy memaparkan terus meningkatnya pengguna narkoba.
Data di Indonesia menunjukkan, satu dari 24 empat anak laki-laki terlibat narkoba. Sedangkan keterlibatan anak perempuan pada narkoba lebih rendah yakni satu dari 120 anak.
"Jika tidak dilakukan upaya pencegahan, pada 2015 mendatang diperkirakan jumlah pengguna narkoba di Indonesia bisa mencapai lebih dari 5 juta jiwa. Ini sungguh memprihatinkan dan kita semua tidak ingin perkiraan itu terjadi," ungkapnya.
Menurut Roy, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memiliki satuan tugas (satgas) narkoba, sebagai rasa tanggung jawab terhadap peredaran narkoba.
Ketua Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Ratna Joko Suyanto mengemukakan, program penyuluhan tentang bela negara dan pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi para pelajar dan mahasiswa sangat perlu dilakukan.
Tak hanya sekadar mengingatkan kembali tentang bahaya narkoba dan pentingnya nasionalisme, kegiatan tersebut juga dimaksudkan agar mampu membangun komunikasi dan konsistensi SIKIB untuk ikut berpartisipasi dan berperan aktif dalam dua hal tersebut.
"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia dalam kondisi sangat memprihatinkan. Dampaknya luar biasa dan mampu merusak sendi kehidupan masyarakat. Lebih mengkhawatirkan lagi, persentase penyalahgunaan narkoba dari kalangan remaja, pelajar dan mahasiswa cukup besar," ujar isteri Menkopolhukam itu.
(maf)