Rokok pintu masuk pengunaan narkoba
Jum'at, 28 Maret 2014 - 04:01 WIB
Rokok pintu masuk pengunaan narkoba
A
A
A
Sindonews.com - Pengenalan bahaya penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan sejak usia dini. Dengan maksud, agar anak dapat mengenal dan mengetahui dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) pun mengundang perwakilan pelajar SMP Garuda Cendekia, untuk mensosialisasikan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan itu salah satu Guru SMP Garuda Cendekia, Suprih Rahayu menyatakan, penyalahgunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini pecandu narkoba sudah tidak mengenal batas usia.
"Inilah yang mendorong kami untuk mengunjungi kantor BNN. Fenomena ngelem (menghirup uap lem hingga mabuk) atau miras, sering kali melibatkan remaja," kata Rahayu di Kantor BNN, Jakarta, Kamis 27 Maret 2014.
"Hati saya terenyuh melihat itu semua miris. Saya tidak membayangkan apa jadinya bangsa yang besar ini, jika generasi mudanya adalah pecandu narkotika. Bangsa ini bisa maju apabila memiliki generasi muda yang bebas dari narkoba," imbuhnya.
Sementara Kepala Seksi Media Elektronik Deputi Bidang pencegahan BNN, Diah Hariani yang menerima kunjungan itu mengatakan, narkoba cukup diketahui saja, jangan dicoba.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba selalu berawal dari coba-coba dan kemudian menjadi tergantung (adiksi). Kalau sudah ketergantungan, maka sangat sulit untuk disembuhkan.
"Butuh waktu lama untuk kembali hidup normal. Kebiasaan merokok yang sepertinya sudah menjadi kebiasaan di kalangan pelajar, menjadi pintu masuk penggunaan narkoba," ucap Diah.
"Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba," tambahnya.
Dia mengaku, upaya pencegahan adalah mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif seperti olahraga dan mengaji.
"Bagi pelajar yang memiliki keahlian bidang tertentu, seperti bermain musik atau melukis, diminta untuk dikembangkan, agar menjadi nilai tambah bagi yang bersangkutan. Sekolah harus mampu mewadahi kreatifitas siswa," pungkasnya.
Badan Narkotika Nasional (BNN) pun mengundang perwakilan pelajar SMP Garuda Cendekia, untuk mensosialisasikan penyalahgunaan narkoba.
Dalam kesempatan itu salah satu Guru SMP Garuda Cendekia, Suprih Rahayu menyatakan, penyalahgunaan narkoba sudah sangat mengkhawatirkan. Saat ini pecandu narkoba sudah tidak mengenal batas usia.
"Inilah yang mendorong kami untuk mengunjungi kantor BNN. Fenomena ngelem (menghirup uap lem hingga mabuk) atau miras, sering kali melibatkan remaja," kata Rahayu di Kantor BNN, Jakarta, Kamis 27 Maret 2014.
"Hati saya terenyuh melihat itu semua miris. Saya tidak membayangkan apa jadinya bangsa yang besar ini, jika generasi mudanya adalah pecandu narkotika. Bangsa ini bisa maju apabila memiliki generasi muda yang bebas dari narkoba," imbuhnya.
Sementara Kepala Seksi Media Elektronik Deputi Bidang pencegahan BNN, Diah Hariani yang menerima kunjungan itu mengatakan, narkoba cukup diketahui saja, jangan dicoba.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba selalu berawal dari coba-coba dan kemudian menjadi tergantung (adiksi). Kalau sudah ketergantungan, maka sangat sulit untuk disembuhkan.
"Butuh waktu lama untuk kembali hidup normal. Kebiasaan merokok yang sepertinya sudah menjadi kebiasaan di kalangan pelajar, menjadi pintu masuk penggunaan narkoba," ucap Diah.
"Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba," tambahnya.
Dia mengaku, upaya pencegahan adalah mengisi waktu luang dengan kegiatan yang positif seperti olahraga dan mengaji.
"Bagi pelajar yang memiliki keahlian bidang tertentu, seperti bermain musik atau melukis, diminta untuk dikembangkan, agar menjadi nilai tambah bagi yang bersangkutan. Sekolah harus mampu mewadahi kreatifitas siswa," pungkasnya.
(maf)