BNN tegaskan pecandu narkoba harus direhabilitasi

Kamis, 27 Maret 2014 - 20:54 WIB
BNN tegaskan pecandu...
BNN tegaskan pecandu narkoba harus direhabilitasi
A A A
Sindonews.com - ‎Bahaya narkoba dinilai sangat sistemik. Selain merusak kepribadian seseorang, yakni mental dan jiwa pecandu. Narkoba juga bisa menyebabkan seseorang melakukan tindakan kejahatan.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Timur, Supardi. Menurutnya, apabila seseorang sudah kecanduan narkoba, akan timbul kejahatan susulan, serta bisa mengalami disorientasi ruang dan waktu.

"BNN mengangap pecandu itu sebagai korban dan mereka berhak untuk pulih, jadi mereka harus direhabilitasi. Hasil penelitian Metode represif tidak bisa menyembuhkan pecandu. Hal ini diataur dalam pasal 54 UU no. 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Supardi‎, saat menggelar diskusi dengan wartawan di Gedung BNN, Jakarta, Kamis (27/3/2014).

Menurutnya, dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, jurnalis memiliki peran penting dalam penyebaran informasi, melalui pemberitaan. Supardi menambahkan, sosialisasi merupakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh BNN.

"Melalui jurnalis, BNN ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut menjalankan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba)," ucap Supardi.

"Hal ini menjadi wujud nyata kepedulian kita bersama dalam mengupayakan pencegahan narkoba dari lingkungan terkecil (keluarga), dan komunitas," imbuhnya.

Dia menyatakan, 2014 telah dicanangkan sebagai tahun penyelamatan pengguna narkoba, Pecandu narkoba harus di rehabilitasi, bukan di penjara.

"Mindset ini yang harus ditanamkan ke seluruh lapisan, jika ada keluarga menjadi korban penyalahgunaan narkoba, agar dilaporkan ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bukan ditutupi, karena metode ini diyakini akan mengurangi suplai narkoba," ungkap Supardi.

Lebih lanjut dia mengatakan, pengurangan demand akan mengurangi suplai narkoba Di Indonesia. Sehingga permintaan narkoba semakin tinggi, maka suplai narkoba juga semakin banyak.

"Tentunya banyak pihak yang akan memanfatakan untuk kepentingan ekonomi, hal ini jika dibiarkan akan menyebabkan lost generation," tutupnya.
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Kala Prabowo Dipuji...
Kala Prabowo Dipuji Modi, Seorang Presiden juga Prajurit yang Paham Perencanaan
Penggeledahan Kafe dan...
Penggeledahan Kafe dan Money Changer di Cipete Dikawal Brimob Bersenjata
Usut Korupsi Batu Bara...
Usut Korupsi Batu Bara hingga Asabri, Polisi Geledah Kafe dan Money Changer di Jaksel
Penampakan Land Cruiser...
Penampakan Land Cruiser terkait Kasus Bupati Kuansing Tiba di Rupbasan KPK
Dukung Penambahan Jumlah...
Dukung Penambahan Jumlah Polhut, Sahroni: Bukti Komitmen Pemerintah atas Perlindungan Hutan
Nadiem Makarim Bakal...
Nadiem Makarim Bakal Laporkan Hakim Perkara Chromebook ke Badan Pengawas MA
Infografis
Amnesty Internasional...
Amnesty Internasional Tegaskan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved