Harapan masyarakat terhambat karena pemimpin tak fokus
Rabu, 26 Maret 2014 - 17:45 WIB
Harapan masyarakat terhambat karena pemimpin tak fokus
A
A
A
Sindonews.com - Harapan rakyat Indonesia kepada pemimpinnya sangat tinggi, agar mampu menyelesaikan sejumlah permasalahan bangsa.
Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. Namun, banyak harapan besar masyarakat yang belum tercapai, dikarenakan pemimpin tidak fokus menjalankan tugasnya.
"Hambatan utama adalah dari para pengelola sendiri, dari para pengelola kebijakan yang kemudian tidak fokus," kata Wiranto di sela-sela kampanye Hanura di Lapangan GOR Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (26/3/2014).
Ketua Umum Partai Hanura ini menjelaskan, akibat pemimpin tak fokus kerja, menyebabkan sulitnya merealisasikan harapan rakyat dan banyak yang terganggu dengan keinginan dari pemimpin yang bersangkutan.
"Terganggu oleh satu keinginan yang lain, yang kemudian membuat misinya terganggu," lanjut Wiranto.
Ditambahkan Wiranto, seorang pemimpin sudah sepatutnya melepas semua atribut kepentingan pribadi maupun kelompoknya ketika mengurusi rakyat. Dengan begitu dia akan fokus untuk memajukan bangsa.
"Jadi betul-betul untuk masyarakat, tidak untuk diri sendiri juga bukan untuk kelompok dan tidak untuk family," tuntasnya.
Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto. Namun, banyak harapan besar masyarakat yang belum tercapai, dikarenakan pemimpin tidak fokus menjalankan tugasnya.
"Hambatan utama adalah dari para pengelola sendiri, dari para pengelola kebijakan yang kemudian tidak fokus," kata Wiranto di sela-sela kampanye Hanura di Lapangan GOR Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (26/3/2014).
Ketua Umum Partai Hanura ini menjelaskan, akibat pemimpin tak fokus kerja, menyebabkan sulitnya merealisasikan harapan rakyat dan banyak yang terganggu dengan keinginan dari pemimpin yang bersangkutan.
"Terganggu oleh satu keinginan yang lain, yang kemudian membuat misinya terganggu," lanjut Wiranto.
Ditambahkan Wiranto, seorang pemimpin sudah sepatutnya melepas semua atribut kepentingan pribadi maupun kelompoknya ketika mengurusi rakyat. Dengan begitu dia akan fokus untuk memajukan bangsa.
"Jadi betul-betul untuk masyarakat, tidak untuk diri sendiri juga bukan untuk kelompok dan tidak untuk family," tuntasnya.
(maf)