Hanura pilih politik santun ketimbang politik gaduh
Rabu, 26 Maret 2014 - 17:19 WIB
Hanura pilih politik santun ketimbang politik gaduh
A
A
A
Sindonews.com - Sikap sebagian politikus partai politik (parpol) yang kerap menyindir lawan politiknya, dianggap bukanlah cara santun untuk disuguhkan kepada masyarakat.
Hanura pun memilih untuk tidak melakukan cara itu dan tertarik untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat. Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hanura, Wiranto.
"Ngapain kita ikut sindir-sindiran. Kan tugas kita meyakinkan kepada rakyat untuk bisa meyakini perjuangan kita," kata Wiranto disela-sela kunjungan kampanye terbuka Partai Hanura di Lapangan GOR Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (26/3/2014).
Wiranto mengatakan, kader maupun calegnya harus melaksanakan kampanye bersih, beretika dan bermartabat. Sehingga yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan bukan permusuhan.
"Karena demokrasi sejatinya tidak untuk bermusuhan, tidak saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Tapi berlomba untuk menunjukkan kapasitas, integritas, kompetensi serta misi kerakyatan kita," tegasnya.
Lebih lanjut Wiranto juga mengingatkan, agar menjaga nama baik bangsa Indonesia yang dikenal santun dan baik. Sehingga dirinya mempertanyakan apabila saat ini bermunculan cara-cara tidak terhormat untuk menjatuhkan lawan politiknya.
"Kenapa kita mesti ikut satu aliran baru yang berisikan satu kebencian. Tapi biarlah, sindir-sindiran itu merupakan salah satu bagian dari dinamika politik, silakan saja," tuntasnya.
Hanura pun memilih untuk tidak melakukan cara itu dan tertarik untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat. Hal itu dikatakan Calon Presiden (Capres) Partai Hanura, Wiranto.
"Ngapain kita ikut sindir-sindiran. Kan tugas kita meyakinkan kepada rakyat untuk bisa meyakini perjuangan kita," kata Wiranto disela-sela kunjungan kampanye terbuka Partai Hanura di Lapangan GOR Goentoer Darjono, Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (26/3/2014).
Wiranto mengatakan, kader maupun calegnya harus melaksanakan kampanye bersih, beretika dan bermartabat. Sehingga yang dibangun adalah kompetisi yang sehat dan bukan permusuhan.
"Karena demokrasi sejatinya tidak untuk bermusuhan, tidak saling menjatuhkan satu dengan yang lain. Tapi berlomba untuk menunjukkan kapasitas, integritas, kompetensi serta misi kerakyatan kita," tegasnya.
Lebih lanjut Wiranto juga mengingatkan, agar menjaga nama baik bangsa Indonesia yang dikenal santun dan baik. Sehingga dirinya mempertanyakan apabila saat ini bermunculan cara-cara tidak terhormat untuk menjatuhkan lawan politiknya.
"Kenapa kita mesti ikut satu aliran baru yang berisikan satu kebencian. Tapi biarlah, sindir-sindiran itu merupakan salah satu bagian dari dinamika politik, silakan saja," tuntasnya.
(maf)