Caleg Hanura ajak warga gairahkan pasar tradisional
Rabu, 26 Maret 2014 - 14:53 WIB
Caleg Hanura ajak warga gairahkan pasar tradisional
A
A
A
Sindonews.com - Ketika masyarakat gemar berbelanja di pasar modern, calon anggota legislatif (caleg) Hanura di Kota Depok justru lebih memilih ke pasar tradisional.
Imam Turidi, caleg DPRD Kota Depok dari Partai Hanura terlihat berbelanja di Pasar Musi, Sukmajaya, Depok. Saat ditanya, dirinya mengaku biasa berbelanja ke pasar sendiri untuk membeli kebutuhan pokok.
"Tadi setelah ada pertemuan dengan warga, saya mampir ke pasar. Ada beberapa kebutuhan pokok yang mau saya beli," kata Imam, Rabu (26/3/2014).
Setelah berbelanja, Imam pun menuturkan alasan dirinya berbelanja di pasar tradisional. Keberadaan pedagang di pasar tradisional, kata dia, harus diperhatikan. Dengan membeli di pasar tradisional itu sama saja sebagai bentuk perhatian.
Menurut dia, pedagang tradisional menjadi penopang ekonomi sehingga keberadaan pasar tradisional harus tetap dijaga. "Saat ini memang banyak sekali pasar modern, supermarket, dan lain-lain. Hanya saja, pasar tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa tidak serta merta ditinggal," katanya.
Imam mengajak semua warga kembali ke pasar tradisional. Jika ingin menghidupkan geliat perekonomian, kata dia, maka kembali berbelanja ke pasar tradisional.
Dari segi harga tentunya lebih terjangkau oleh banyak kalangan. Hanya saja, diakui kurangnya perawatan membuat kondisi pasar terlihat becek dan kumuh sehingga orang enggan berbelanja ke pasar.
"Di beberapa pasar masih terkesan semrawut. Ini yang perlu dibenahi. Pasar tradisional tetap menjadi alternatif pembeli dikarenakan harganya lebih terjangkau dan banyak variasi. Geliat ekonomi pun disini terlihat tinggi, karena di pasar tradisional warga tumpah ruah memilih belanja dengan harga yang lebih murah," tuturnya.
Imam Turidi, caleg DPRD Kota Depok dari Partai Hanura terlihat berbelanja di Pasar Musi, Sukmajaya, Depok. Saat ditanya, dirinya mengaku biasa berbelanja ke pasar sendiri untuk membeli kebutuhan pokok.
"Tadi setelah ada pertemuan dengan warga, saya mampir ke pasar. Ada beberapa kebutuhan pokok yang mau saya beli," kata Imam, Rabu (26/3/2014).
Setelah berbelanja, Imam pun menuturkan alasan dirinya berbelanja di pasar tradisional. Keberadaan pedagang di pasar tradisional, kata dia, harus diperhatikan. Dengan membeli di pasar tradisional itu sama saja sebagai bentuk perhatian.
Menurut dia, pedagang tradisional menjadi penopang ekonomi sehingga keberadaan pasar tradisional harus tetap dijaga. "Saat ini memang banyak sekali pasar modern, supermarket, dan lain-lain. Hanya saja, pasar tradisional yang menjadi warisan budaya bangsa tidak serta merta ditinggal," katanya.
Imam mengajak semua warga kembali ke pasar tradisional. Jika ingin menghidupkan geliat perekonomian, kata dia, maka kembali berbelanja ke pasar tradisional.
Dari segi harga tentunya lebih terjangkau oleh banyak kalangan. Hanya saja, diakui kurangnya perawatan membuat kondisi pasar terlihat becek dan kumuh sehingga orang enggan berbelanja ke pasar.
"Di beberapa pasar masih terkesan semrawut. Ini yang perlu dibenahi. Pasar tradisional tetap menjadi alternatif pembeli dikarenakan harganya lebih terjangkau dan banyak variasi. Geliat ekonomi pun disini terlihat tinggi, karena di pasar tradisional warga tumpah ruah memilih belanja dengan harga yang lebih murah," tuturnya.
(dam)