Suswono tegaskan Fathanah cuma calo
Selasa, 25 Maret 2014 - 21:04 WIB
Suswono tegaskan Fathanah cuma calo
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono mengatakan, Ahmad Fathanah (AF) hanya menjadi calo pengurusan kuota impor daging sapi. Bahkan, dia menyebut hanya memanfaatkan para petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"Jadi ini sebetulnya permainan calo AF, mungkin ada lagi calo-calo lain, biasa memanfaatkan, seolah-olah karena dia dekat dengan Presiden PKS, menterinya dari PKS bisa memengaruhi, padahal tidak ada yang bisa memengaruhi," kata Suswono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Suswono menjelaskan, pada saat itu memang tidak ada penambahan kuota impor daging sapi. Bahkan, Suswono juga menyebut PT Indoguna Utama juga menjadi korban calo.
"Sebetulnya indoguna ini tidak perlu kasak kusuk, dia pasti jatahnya paling banyak, karena dia yang memenuhi persyaratan, saya kira dia korban dari calon AF," imbuhnya.
Sejak awal menjadi menteri, klaim Anggota Majelis Syuro PKS ini, sudah mewanti-wanti kepada semua importir harus jujur, bahkan jika ada yang nakal segera dilaporkan.
"Kami bisa kordinasikan dengan kemendag, siapa-siapa importir nakal dicoret saja, tegas. Kalau importir yang abal-abal ini kita sikat," tegasnya.
"Jadi ini sebetulnya permainan calo AF, mungkin ada lagi calo-calo lain, biasa memanfaatkan, seolah-olah karena dia dekat dengan Presiden PKS, menterinya dari PKS bisa memengaruhi, padahal tidak ada yang bisa memengaruhi," kata Suswono di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (25/3/2014).
Suswono menjelaskan, pada saat itu memang tidak ada penambahan kuota impor daging sapi. Bahkan, Suswono juga menyebut PT Indoguna Utama juga menjadi korban calo.
"Sebetulnya indoguna ini tidak perlu kasak kusuk, dia pasti jatahnya paling banyak, karena dia yang memenuhi persyaratan, saya kira dia korban dari calon AF," imbuhnya.
Sejak awal menjadi menteri, klaim Anggota Majelis Syuro PKS ini, sudah mewanti-wanti kepada semua importir harus jujur, bahkan jika ada yang nakal segera dilaporkan.
"Kami bisa kordinasikan dengan kemendag, siapa-siapa importir nakal dicoret saja, tegas. Kalau importir yang abal-abal ini kita sikat," tegasnya.
(maf)