Caleg over confidence berpeluang stres
Senin, 24 Maret 2014 - 14:04 WIB
Caleg over confidence berpeluang stres
A
A
A
Sindonews.com - Psikiater RS Hasan Sadikin (RSHS), Teddy Hidayat, mengingatkan para caleg agar berpikir realistis dalam pencalonannya. Tujuannya agar mereka terhindar dari stres berlebihan.
"Dia (caleg) harus realistis, bahwa misalnya dari 100 calon yang keterima hanya 10 orang (yang terpilih). Berarti sebagian besar akan gagal dan dia harus siap menghadapi kegagalan itu" kata Teddy di Bandung, Jawa Barat, Senin (24/3/2014).
Yang jadi permasalahan, para caleg dikhawatirkan memiliki rasa percaya diri berlebihan alias over confidence akan terpilih. "Seringkali dia over confidence akan menang," ucapnya.
Hal itu justru membuat caleg berpeluang besar stres. Sebab ketika mereka gagal, mereka belum siap secara mental. "Berharap sesuatu secara berlebihan itu pasti frustasi (ketika gagal)," ungkapnya.
Soal peluang caleg gagal menjadi stres, itu menurutnya sangat terbuka. Sebab para caleg mengeluarkan modal tidak sedikit, baik itu materi, fisik, hingga pikiran.
"Tingkat persaingan caleg sekarang lebih berat dari yang dulu karena sistem yang ada. Sekarang persaingan bukan hanya antar partai, tapi antar sesama caleg dalam satu partai. Kompetitifnya lebih ketat," jelas Teddy.
"Dia (caleg) harus realistis, bahwa misalnya dari 100 calon yang keterima hanya 10 orang (yang terpilih). Berarti sebagian besar akan gagal dan dia harus siap menghadapi kegagalan itu" kata Teddy di Bandung, Jawa Barat, Senin (24/3/2014).
Yang jadi permasalahan, para caleg dikhawatirkan memiliki rasa percaya diri berlebihan alias over confidence akan terpilih. "Seringkali dia over confidence akan menang," ucapnya.
Hal itu justru membuat caleg berpeluang besar stres. Sebab ketika mereka gagal, mereka belum siap secara mental. "Berharap sesuatu secara berlebihan itu pasti frustasi (ketika gagal)," ungkapnya.
Soal peluang caleg gagal menjadi stres, itu menurutnya sangat terbuka. Sebab para caleg mengeluarkan modal tidak sedikit, baik itu materi, fisik, hingga pikiran.
"Tingkat persaingan caleg sekarang lebih berat dari yang dulu karena sistem yang ada. Sekarang persaingan bukan hanya antar partai, tapi antar sesama caleg dalam satu partai. Kompetitifnya lebih ketat," jelas Teddy.
(lns)