Jangan pilih 'caleg penunggu pohon'
Jum'at, 21 Maret 2014 - 20:22 WIB
Jangan pilih 'caleg penunggu pohon'
A
A
A
Sindonews.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat menyesalkan makin maraknya alat peraga kampanye yang dipasang di pohon, terlebih yang menggunakan paku. Publik pun diminta mempertimbangkan untuk tidak memilih para 'caleg penunggu pohon'.
"Ini menunjukkan dia (caleg) tidak peduli lingkungan dan sudah sepantasnya dipertimbangkan untuk tidak dipilih," kata Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2014).
Pemasangan alat peraga kampanye di pohon dinilai tidak etis dilakukan. Selain merusak lingkungan, hal itu juga mengganggu keindahan ruang publik.
Hal yang disesalkan, pemasangan alat peraga di pohon, apalagi dengan dipaku, sudah jelas dilarang. Itu tertuang dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye.
Ia lalu mengimbau publik untuk ikut mencabut alat peraga kampanye yang dipasang di pohon. "Publik bisa mencabut atribut kampanye (di pohon) dan saya kira tidak ada larangan untuk itu," tegasnya.
Dadan berharap, ke depan tidak terjadi lagi praktik buruk dalam kampanye. "Pola kampanye seperti itu mudah-mudahan tidak ada lagi," harapnya.
Yang diharapkan justru para caleg atau parpol berkampanye dengan cara cerdas dan mendidik. "Misalnya mengajak warga menanam pohon, membersihkan lingkungan, saya kira itu lebih penting," pungkasnya.
"Ini menunjukkan dia (caleg) tidak peduli lingkungan dan sudah sepantasnya dipertimbangkan untuk tidak dipilih," kata Direktur Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2014).
Pemasangan alat peraga kampanye di pohon dinilai tidak etis dilakukan. Selain merusak lingkungan, hal itu juga mengganggu keindahan ruang publik.
Hal yang disesalkan, pemasangan alat peraga di pohon, apalagi dengan dipaku, sudah jelas dilarang. Itu tertuang dalam PKPU Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye.
Ia lalu mengimbau publik untuk ikut mencabut alat peraga kampanye yang dipasang di pohon. "Publik bisa mencabut atribut kampanye (di pohon) dan saya kira tidak ada larangan untuk itu," tegasnya.
Dadan berharap, ke depan tidak terjadi lagi praktik buruk dalam kampanye. "Pola kampanye seperti itu mudah-mudahan tidak ada lagi," harapnya.
Yang diharapkan justru para caleg atau parpol berkampanye dengan cara cerdas dan mendidik. "Misalnya mengajak warga menanam pohon, membersihkan lingkungan, saya kira itu lebih penting," pungkasnya.
(lns)