Tak kenal caleg, ratusan napi Tulungagung bakal golput
Jum'at, 21 Maret 2014 - 19:40 WIB
Tak kenal caleg, ratusan napi Tulungagung bakal golput
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Tulungagung berpotensi tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu legislatif (pileg) 9 April mendatang.
Selain tidak mengenal satupun calon legislatif (caleg) yang dipilih, sebagian besar narapidana mengaku tidak mengerti cara menggunakan hak suara.
"Sebab sebelumnya kami belum pernah mendapatkan sosialisasi," tutur Sugeng salah seorang napi di sela acara sosialisasi KPU Tulungagung di Lapas, Jumat (21/3/2014).
Total penghuni Lapas Tulungagung mencapai 277 orang. Dari jumlah tersebut, 269 di antaranya memiliki hak suara dalam pemilu. Sedangkan sisanya masih berusia anak anak.
Menurut Sugeng, nyaris tidak ada napi yang mengetahui siapa caleg dari DPRD II, DPRD I DPD hingga DPR RI. Selain praktis terputus dari dunia luar, tidak ada selembar atribut caleg yang terpasang di dalam lapas.
"Kalau tidak tahu dan tidak kenal calonnya, terus siapa yang akan kita pilih?," terangnya. Secara implisit, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tulungagung Andika Dwi, membenarkan testimoni tersebut.
Menurut Andika, KPU hanya mensosialisasikan para caleg yang berebut 50 kursi di DPRD tingkat II. Sementara di ranah lainnya tidak disentuh. "Karenanya kami juga tidak tahu nama nama DPRD tingkat I, DPD dan DPR RI. Kenapa hanya DPRD II saja," keluhnya.
Menanggapi hal itu Komisioner KPU Tulungagung Nya Dien mengatakan pihaknya sudah melakukan kewajiban penyelenggaraan pemilu.
KPU sudah melakukan sosialisasi bagaimana napi menggunakan hak suaranya dalam pemilu. KPU juga mengenalkan partai politik peserta pemilu. "Sebagai penyelenggara kimi sudah memenuhi kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku, "ujarnya singkat.
Selain tidak mengenal satupun calon legislatif (caleg) yang dipilih, sebagian besar narapidana mengaku tidak mengerti cara menggunakan hak suara.
"Sebab sebelumnya kami belum pernah mendapatkan sosialisasi," tutur Sugeng salah seorang napi di sela acara sosialisasi KPU Tulungagung di Lapas, Jumat (21/3/2014).
Total penghuni Lapas Tulungagung mencapai 277 orang. Dari jumlah tersebut, 269 di antaranya memiliki hak suara dalam pemilu. Sedangkan sisanya masih berusia anak anak.
Menurut Sugeng, nyaris tidak ada napi yang mengetahui siapa caleg dari DPRD II, DPRD I DPD hingga DPR RI. Selain praktis terputus dari dunia luar, tidak ada selembar atribut caleg yang terpasang di dalam lapas.
"Kalau tidak tahu dan tidak kenal calonnya, terus siapa yang akan kita pilih?," terangnya. Secara implisit, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Tulungagung Andika Dwi, membenarkan testimoni tersebut.
Menurut Andika, KPU hanya mensosialisasikan para caleg yang berebut 50 kursi di DPRD tingkat II. Sementara di ranah lainnya tidak disentuh. "Karenanya kami juga tidak tahu nama nama DPRD tingkat I, DPD dan DPR RI. Kenapa hanya DPRD II saja," keluhnya.
Menanggapi hal itu Komisioner KPU Tulungagung Nya Dien mengatakan pihaknya sudah melakukan kewajiban penyelenggaraan pemilu.
KPU sudah melakukan sosialisasi bagaimana napi menggunakan hak suaranya dalam pemilu. KPU juga mengenalkan partai politik peserta pemilu. "Sebagai penyelenggara kimi sudah memenuhi kewajiban sesuai ketentuan yang berlaku, "ujarnya singkat.
(lns)