Ini tanggapan Soekarwo soal dukungan capres
Jum'at, 21 Maret 2014 - 15:55 WIB
Ini tanggapan Soekarwo soal dukungan capres
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menanggapi dingin terkait munculnya dukungan kepadanya sebagai capres. Menurutnya, munculnya dukungan itu adalah bagian dari ekspresi masyarakat.
Tak hanya itu, Soekarwo menganggap munculnya spanduk dukungan sebagai capres atau Cawapres adalah bagian dari kerativitas masyarakat dan tidak ada kaitannya dengan dirinya.
"Demokrasi itu tidak bisa membungkam seseorang atau menghalangi seseorang berekspresi. Kalau itu menjadi kreativitas adalah hak seseorang," kata Pakde Karwo usai salat Jumat di Masjid Baitul Hamdi, Pemprov Jatim, Jumat (21/3/2014).
Pakde Karwo juga mengatakan, munculnya sejumlah spanduk dukungan capres itu tidak kaitannya dengan dirinya. Tak hanya itu, Pakde Karwo juga mengaku kaget ketika namanya masuk dalam di lembaga survei Indo Barometer sebagai salah satu capres alternatif.
"Itu lho saya kaget. Saya tanya mas Efendi Gazali waktu ada cara di UI (Universitas Indonesia) ya enggak tahu," ujar Pakde Karwo.
Yang jelas saat ini masih berkonsentrai saat Pileg. Kata Pakde Karwo, ada pergesaran pemahaman pemilih khususnya di Jawa Timur.
Perkembangan baru itu adalah penyesuaian terhadap local wisdom atau kearifan lokal. Dalam hal ini, pengaruh ketokohan dalam sebuah partai agar partai tersebut menang tidak begitu signifikan.
"Ada yang mempengaruhi yakni caleg dalam parpol dan parpol itu sendiri. Untuk pengaruh tokoh tidak begitu signifikan. Makanya harus mengedepankan kearifan lokal suatu daerah," ujarnya.
Tak hanya itu, Soekarwo menganggap munculnya spanduk dukungan sebagai capres atau Cawapres adalah bagian dari kerativitas masyarakat dan tidak ada kaitannya dengan dirinya.
"Demokrasi itu tidak bisa membungkam seseorang atau menghalangi seseorang berekspresi. Kalau itu menjadi kreativitas adalah hak seseorang," kata Pakde Karwo usai salat Jumat di Masjid Baitul Hamdi, Pemprov Jatim, Jumat (21/3/2014).
Pakde Karwo juga mengatakan, munculnya sejumlah spanduk dukungan capres itu tidak kaitannya dengan dirinya. Tak hanya itu, Pakde Karwo juga mengaku kaget ketika namanya masuk dalam di lembaga survei Indo Barometer sebagai salah satu capres alternatif.
"Itu lho saya kaget. Saya tanya mas Efendi Gazali waktu ada cara di UI (Universitas Indonesia) ya enggak tahu," ujar Pakde Karwo.
Yang jelas saat ini masih berkonsentrai saat Pileg. Kata Pakde Karwo, ada pergesaran pemahaman pemilih khususnya di Jawa Timur.
Perkembangan baru itu adalah penyesuaian terhadap local wisdom atau kearifan lokal. Dalam hal ini, pengaruh ketokohan dalam sebuah partai agar partai tersebut menang tidak begitu signifikan.
"Ada yang mempengaruhi yakni caleg dalam parpol dan parpol itu sendiri. Untuk pengaruh tokoh tidak begitu signifikan. Makanya harus mengedepankan kearifan lokal suatu daerah," ujarnya.
(lns)