Imbauan Baswalu Jabar terima uangnya jangan pilih calegnya
Kamis, 20 Maret 2014 - 13:30 WIB
Imbauan Baswalu Jabar terima uangnya jangan pilih calegnya
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah pihak menghembuskan jargon 'terima uangnya jangan pilih orangnya' jelang Pemilu 2014. Itu merujuk pada politik uang di mana caleg atau parpol memberikan uang agar dipilih warga saat pencoblosan nanti.
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, mengingatkan warga agar cerdas menyikapi politik uang. Ia bahkan meminta warga menerimanya jika ada caleg atau parpol yang memberi uang.
"Terima uangnya, tapi laporkan kepada Bawaslu," kata Harminus di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/3/2014).
Ia menyatakan, Bawaslu menolak dengan tegas adanya politik uang. Ia pun mengimbau publik memiliki sikap serupa agar pelaksanaan demokrasi berjalan baik.
Politik uang, jelas mencederai nilai demokrasi itu sendiri. Makanya perlu sikap tegas dan pengawasan dari berbagai pihak.
"Jangan mau menggadaikan martabat harga diri pemilih dengan uang. Jangan mau suara kita dihargai dengan recehan seperti itu," tegasnya.
Harminus mengatakan, warga Jawa Barat memiliki martabat yang tinggi. Hal itu tidak sebanding dengan uang yang diberikan para caleg atau parpol.
"Orang Jawa Barat itu punya martabat tinggi. Mari jaga martabat itu agar tidak ditukar dengan uang. Kita mengimbau masyarakat menolak politik uang," jelasnya.
Disinggung titik rawan politik uang di Jawa Barat, Harminus mengaku tidak tahu secara rinci. Tapi yang jelas, politik uang bia terjadi di mana saja. "Itu bisa gampang dilakukan (oleh caleg atau parpol)," pungkasnya.
Ketua Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto, mengingatkan warga agar cerdas menyikapi politik uang. Ia bahkan meminta warga menerimanya jika ada caleg atau parpol yang memberi uang.
"Terima uangnya, tapi laporkan kepada Bawaslu," kata Harminus di Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/3/2014).
Ia menyatakan, Bawaslu menolak dengan tegas adanya politik uang. Ia pun mengimbau publik memiliki sikap serupa agar pelaksanaan demokrasi berjalan baik.
Politik uang, jelas mencederai nilai demokrasi itu sendiri. Makanya perlu sikap tegas dan pengawasan dari berbagai pihak.
"Jangan mau menggadaikan martabat harga diri pemilih dengan uang. Jangan mau suara kita dihargai dengan recehan seperti itu," tegasnya.
Harminus mengatakan, warga Jawa Barat memiliki martabat yang tinggi. Hal itu tidak sebanding dengan uang yang diberikan para caleg atau parpol.
"Orang Jawa Barat itu punya martabat tinggi. Mari jaga martabat itu agar tidak ditukar dengan uang. Kita mengimbau masyarakat menolak politik uang," jelasnya.
Disinggung titik rawan politik uang di Jawa Barat, Harminus mengaku tidak tahu secara rinci. Tapi yang jelas, politik uang bia terjadi di mana saja. "Itu bisa gampang dilakukan (oleh caleg atau parpol)," pungkasnya.
(lns)