Peran penting budaya dalam kesehatan
Kamis, 20 Maret 2014 - 05:52 WIB
Peran penting budaya dalam kesehatan
A
A
A
Sindonews.com - Budaya Jawa telah memberi sumbangsih dalam dunia kesehatan dengan tradisi pitutur. Sayangnya, tradisi luhur tersebut mulai ditinggalkan, terutama oleh kaum muda.
"Padahal budaya mampu berperan penting dalam kesehatan masyarakat. Aspek budaya berkaitan dengan perilaku dan perilaku merupakan salah satu determinan penting dalam kesehatan," ujar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, di JEC Yogyakarta, Rabu 19 Maret 2014.
Dalam Seminar Nasional “Perkembangan Kebudayaan Indonesia dengan Penerapannya di Bidang Kesehatan”, Hemas hadir sebagai pembicara bersama pakar promosi kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr Soekidjo Notoatmodjo SKM MCH.
"Untuk itu budaya yang merupakan kekayaan bangsa perlu dijaga kelestariannya. Sedangkan budaya yang bersifat negatif, perlu dikritisi atau dimodifikasi," tutur Soekidjo.
Guru Besar Emeritus UI yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Respati Indonesia ini mengungkapkan, upaya pelestarian budaya tersebut telah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang sejak tahun 2012 melalui Riset Etnografi Kesehatan.
"Sampai saat ini sudah ada hasil riset yang berkaitan dengan kesehatan yang mencakup 12 etnis," imbuhnya.
Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta (HMKM Unriyo) ini bertujuan, untuk mengajak masyarakat dan terutama generasi muda.
Agar kembali menggali budaya maupun tradisi yang ada di berbagai suku bangsa terutama yang berkaitan erat dengan kesehatan. Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen baik di lingkungan Unriyo maupun civitas akademika perguruan tinggi di Yogyakarta.
"Padahal budaya mampu berperan penting dalam kesehatan masyarakat. Aspek budaya berkaitan dengan perilaku dan perilaku merupakan salah satu determinan penting dalam kesehatan," ujar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, di JEC Yogyakarta, Rabu 19 Maret 2014.
Dalam Seminar Nasional “Perkembangan Kebudayaan Indonesia dengan Penerapannya di Bidang Kesehatan”, Hemas hadir sebagai pembicara bersama pakar promosi kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof Dr Soekidjo Notoatmodjo SKM MCH.
"Untuk itu budaya yang merupakan kekayaan bangsa perlu dijaga kelestariannya. Sedangkan budaya yang bersifat negatif, perlu dikritisi atau dimodifikasi," tutur Soekidjo.
Guru Besar Emeritus UI yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Respati Indonesia ini mengungkapkan, upaya pelestarian budaya tersebut telah dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan yang sejak tahun 2012 melalui Riset Etnografi Kesehatan.
"Sampai saat ini sudah ada hasil riset yang berkaitan dengan kesehatan yang mencakup 12 etnis," imbuhnya.
Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Respati Yogyakarta (HMKM Unriyo) ini bertujuan, untuk mengajak masyarakat dan terutama generasi muda.
Agar kembali menggali budaya maupun tradisi yang ada di berbagai suku bangsa terutama yang berkaitan erat dengan kesehatan. Seminar tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen baik di lingkungan Unriyo maupun civitas akademika perguruan tinggi di Yogyakarta.
(maf)