Dino ajak generasi muda jangan Golput
Rabu, 19 Maret 2014 - 15:06 WIB
Dino ajak generasi muda jangan Golput
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mengajak generasi muda jangan Golput. Generasi muda diharapkan tidak hanya memberikan suaranya, tetapi juga bersikap kritis.
Mantan juru bicara presiden itu mengatakan, sangat penting membuat Pemilu 2014 menjadi berbobot dan sangat kompetitif dengan menciptakan standar tinggi bagi mereka yang mau menjadi pemimpin.
"Pemilih muda jangan malah ragu dan apatis. Seharusnya tantang para calon pemimpin. Tanya apa gagasannya. Cari tahu bagaimana rekam jejaknya. Uji semua janjinya," kata Dino pada acara diskusi "Pemilih Muda, Masa Depan Indonesia" di Universitas Brawijaya Malang, Rabu (19/3/2014).
Dino mengaku, memahami sikap apatis yang muncul pada masyarakat akibat kelakuan politikus korup dan mudah ingkar janji. Namun, dijelaskan Dino, itu semua jangan sampai membuat anak muda patah arang dan lari dari tanggung jawab.
"Kalau itu terjadi demokrasi kita akan rugi," jelasnya.
Menurut Dino, generasi muda Indonesia saat ini adalah generasi yang paling terbuka, bebas, dan memiliki kelas menengah terbanyak, sehingga berpotensi menjadi generasi terbaik dalam sejarah bangsa.
Ia menerangkan, anggapan politik itu kotor sudah tidak berlaku lagi. Dino mendefinisikan politik sebagai pertarungan abadi antara benar dan salah, baik dan buruk, serta bersih dan kotor.
"Kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengantarkan orang baik dan benar untuk memimpin bangsa ini," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Dino menyayangkan adanya media yang terlalu dominan memberitakan hal buruk sehingga menimbulkan pesimisme pada masyarakat. Padahal, lanjutnya, demokrasi Indonesia justru dipuji dunia internasional dan dinilai patut menjadi contoh.
"Di banyak belahan dunia lain demokrasi sedang kelimpungan, seperti di Mesir, Tunisia, Suriah dan lainnya," terang Dino.
Mantan juru bicara presiden itu mengatakan, sangat penting membuat Pemilu 2014 menjadi berbobot dan sangat kompetitif dengan menciptakan standar tinggi bagi mereka yang mau menjadi pemimpin.
"Pemilih muda jangan malah ragu dan apatis. Seharusnya tantang para calon pemimpin. Tanya apa gagasannya. Cari tahu bagaimana rekam jejaknya. Uji semua janjinya," kata Dino pada acara diskusi "Pemilih Muda, Masa Depan Indonesia" di Universitas Brawijaya Malang, Rabu (19/3/2014).
Dino mengaku, memahami sikap apatis yang muncul pada masyarakat akibat kelakuan politikus korup dan mudah ingkar janji. Namun, dijelaskan Dino, itu semua jangan sampai membuat anak muda patah arang dan lari dari tanggung jawab.
"Kalau itu terjadi demokrasi kita akan rugi," jelasnya.
Menurut Dino, generasi muda Indonesia saat ini adalah generasi yang paling terbuka, bebas, dan memiliki kelas menengah terbanyak, sehingga berpotensi menjadi generasi terbaik dalam sejarah bangsa.
Ia menerangkan, anggapan politik itu kotor sudah tidak berlaku lagi. Dino mendefinisikan politik sebagai pertarungan abadi antara benar dan salah, baik dan buruk, serta bersih dan kotor.
"Kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengantarkan orang baik dan benar untuk memimpin bangsa ini," tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Dino menyayangkan adanya media yang terlalu dominan memberitakan hal buruk sehingga menimbulkan pesimisme pada masyarakat. Padahal, lanjutnya, demokrasi Indonesia justru dipuji dunia internasional dan dinilai patut menjadi contoh.
"Di banyak belahan dunia lain demokrasi sedang kelimpungan, seperti di Mesir, Tunisia, Suriah dan lainnya," terang Dino.
(kri)