Pemerintah buka SMA Terbuka di 5 provinsi

Senin, 17 Maret 2014 - 21:17 WIB
Pemerintah buka SMA...
Pemerintah buka SMA Terbuka di 5 provinsi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah membuka Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka di lima provinsi. SMA Terbuka ini digunakan untuk meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMA yang masih 76,01 persen.

Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Achmad Jazidie mengatakan, lima SMA Terbuka ini berada di Kalimantan Selatan (Kalsel), dengan sekolah induk yang dipilih ialah SMAN 1 Gambut, Kabupaten Banjar.

Kemudian di Malang Jawa Timur (SMAN 1 Kepanjen), selanjutnya di Padalarang Jawa Barat (SMAN 2 Padalarang), Lombok NTB (SMAN 1 Narmada) dan Jambi (SMAN 12 Merangin).

“Kami buka SMA Terbuka untuk meningkatkan akses pendidikan bagi warga belajar dan menyukseskan pendidikan menengah universal (PMU),” kata Achmad di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (17/3/2014).

Menurut Jazidie, SMA Terbuka merupakan pendidikan layanan khusus pada jalur formal yang diselenggarakan sekolah reguler dan menjadi bagian dari sekolah tersebut. Sekolah yang ditunjuk akan melayani dua kelompok peserta didik, yakni siswa reguler dan program pendidikan jarak jauh atau online.

Sasaran utama penyelenggaraan SMA Terbuka adalah lulusan SMP sederajat yang tidak tertampung di SMA/SMK reguler karena kendala ekonomi, geografis, waktu, sosial, dan budaya.

Selain itu, program tersebut juga menerima para pelajar SMA atau SMK drop out. Jazidie mengingatkan untuk keberhasilan program SMA Terbuka memerlukan komitmen sepenuh hati dari pihak sekolah dan guru agar upaya mencerdaskan warga masyarakat dapat terwujud.

Dia menjelaskan, APK pendidikan menengah baru mencapai 76,1 persen atau ini berarti terdapat 22,2 persen lulusan tingkat SMP atau sederajat yang belum tertampung di tingkat pendidikan menengah.

Rendahnya APK pada jenjang pendidikan menengah ini disebabkan karena kendala geografis, sosial, ekonomi dan budaya. “Diharapkan dengan program PMU APK pendidikan menengah akan mencapai 97 persen pada 2020 nanti,” ungkapnya.

Direktur Pembinaan SMA Ditjen Dikmen Kemendikbud Haris Iskandar mengatakan, penetrasi IT sudah merata di masyarakat sehingga siswa SMA dapat terbiasa belajar internet melalui program ini.

Oleh karena itu, model penyelenggaraan SMA Terbuka ini ada tiga pengembangan yakni dominan online, balance online dan tatap muka serta dominan tatap muka. “Pengembangan sistem pembelajaran mandiri dengan mengkombinasikan sistem belajar jarak jauh dengan internet dan tatap muka," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
5 Manfaat Makan Kurma...
5 Manfaat Makan Kurma Saat Sahur dan Buka Puasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved