HT: Indonesia negara miskin, perlu perubahan!
Senin, 17 Maret 2014 - 20:47 WIB
HT: Indonesia negara miskin, perlu perubahan!
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia sangat potensial untuk menjadi negara maju. Hal itu jika merujuk pada kekayaan alam yang dimiliki. Namun sayang, potensi itu tidak dikelola dengan baik hingga tidak menimbulkan kesejahteraan rakyatnya.
"Indonesia memiliki hutan tropis terbesar di dunia, sekaligus lautnya. Kita juga kaya akan potensi tambang dan pertanian. Dibanding negara barat, pertanian Indonesia lebih unggul. Karena, kita memiliki dua musim saja. Ini memungkinkan petani lebih banyak menuai panen," ujar Cawapres Hanura Hary Tanoesoedibjo (HT), Senin (17/3/2014).
Dalam kampanye terbuka di GOR Simpanglima, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, HT kembali menegaskan tipe negara menurut Bank Dunia. Indonesia, katanya, hingga kini masih menjadi negara miskin.
"Gambaran standar Bank Dunia, ada tiga tipe. Pertama negara terbelakang, di mana penghasilan masyarakatnya kurang dari Rp1 juta per bulan, negara maju Rp12 juta per bulan, dan negara berkembang Rp4 juta per bulan. Nah, dengan standardisasi ini, untuk mencapai negara berkembang pun Indonesia belum mampu,” ungkapnya.
Rata–rata pendapatan masyarakat Indonesia, sambung dia, masih sangat jauh tertinggal. Penyebabnya, karena minimnya kontribusi pemerintah di bidang ekonomi dan penyumbang terbesar masih dari pihak swasta.
“Inilah, peran pemerintah tentu harus didorong terus. Caranya, harus ada perubahan. Kami Partai Hanura, siap membawa Indonesia untuk perubahan itu, membawa Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya yang disambut meriah.
Sementara itu, pada hari yang sama, HT juga menjadi juru kampanye di Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Pada pidato politiknya, simpatisan Partai Hanura berjejal mengerubuti panggung kampanye.
HT juga menyoroti sektor ekonomi yang perlu dikembangkan. Selain tentu saja berbagai sektor–sektor penting lainnya. HT juga komitmen untuk memerangi korupsi.
“Indonesia masih berputar–putar saja pada masalah yang sama. Korupsi di mana–mana, korupsi yang terjadi juga bersembunyi di balik regulasi. Inilah yang harus diselesaikan, komitmen penegakan hukum,” tegasnya, di Blora.
HT mengajak masyarakat agar tidak salah pilih pemimpin. Dengan memilih Partai Hanura, akan membawa Indonesia menuju negara maju. Di mana kesejahteraan benar–benar didapatkan oleh rakyatnya.
“Diperlukan otoritas sebagai pemimipin, agar bisa membuat kebijakan–kebijakan tepat dan cepat. Masa depan Indonesia tergantung pemimpinnya. Dengan menjadi negara maju, pendidikan bisa gratis, kesehatan gratis, rumah bagi yang kurang mampu bisa subsidi, dan yang pengangguran tetap bisa dijamin hidup layak sampai nanti mendapat pekerjaan,” tandasnya.
"Indonesia memiliki hutan tropis terbesar di dunia, sekaligus lautnya. Kita juga kaya akan potensi tambang dan pertanian. Dibanding negara barat, pertanian Indonesia lebih unggul. Karena, kita memiliki dua musim saja. Ini memungkinkan petani lebih banyak menuai panen," ujar Cawapres Hanura Hary Tanoesoedibjo (HT), Senin (17/3/2014).
Dalam kampanye terbuka di GOR Simpanglima, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, HT kembali menegaskan tipe negara menurut Bank Dunia. Indonesia, katanya, hingga kini masih menjadi negara miskin.
"Gambaran standar Bank Dunia, ada tiga tipe. Pertama negara terbelakang, di mana penghasilan masyarakatnya kurang dari Rp1 juta per bulan, negara maju Rp12 juta per bulan, dan negara berkembang Rp4 juta per bulan. Nah, dengan standardisasi ini, untuk mencapai negara berkembang pun Indonesia belum mampu,” ungkapnya.
Rata–rata pendapatan masyarakat Indonesia, sambung dia, masih sangat jauh tertinggal. Penyebabnya, karena minimnya kontribusi pemerintah di bidang ekonomi dan penyumbang terbesar masih dari pihak swasta.
“Inilah, peran pemerintah tentu harus didorong terus. Caranya, harus ada perubahan. Kami Partai Hanura, siap membawa Indonesia untuk perubahan itu, membawa Indonesia menjadi negara maju,” tegasnya yang disambut meriah.
Sementara itu, pada hari yang sama, HT juga menjadi juru kampanye di Lapangan Kridaloka, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Pada pidato politiknya, simpatisan Partai Hanura berjejal mengerubuti panggung kampanye.
HT juga menyoroti sektor ekonomi yang perlu dikembangkan. Selain tentu saja berbagai sektor–sektor penting lainnya. HT juga komitmen untuk memerangi korupsi.
“Indonesia masih berputar–putar saja pada masalah yang sama. Korupsi di mana–mana, korupsi yang terjadi juga bersembunyi di balik regulasi. Inilah yang harus diselesaikan, komitmen penegakan hukum,” tegasnya, di Blora.
HT mengajak masyarakat agar tidak salah pilih pemimpin. Dengan memilih Partai Hanura, akan membawa Indonesia menuju negara maju. Di mana kesejahteraan benar–benar didapatkan oleh rakyatnya.
“Diperlukan otoritas sebagai pemimipin, agar bisa membuat kebijakan–kebijakan tepat dan cepat. Masa depan Indonesia tergantung pemimpinnya. Dengan menjadi negara maju, pendidikan bisa gratis, kesehatan gratis, rumah bagi yang kurang mampu bisa subsidi, dan yang pengangguran tetap bisa dijamin hidup layak sampai nanti mendapat pekerjaan,” tandasnya.
(san)