H1 kampanye, kader PKS banyak langgar lalu lintas
Senin, 17 Maret 2014 - 20:07 WIB
H1 kampanye, kader PKS banyak langgar lalu lintas
A
A
A
Sindonews.com - Polda Metro Jaya tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas bagi pelanggar lalu lintas dalam kampanye di Pemilu 2014. Karena, Polda Metro Jaya sudah melakukan pertemuan dengan partai politik (parpol), agar menyosialisasikan kepada kadernya untuk tidak melakukan pelanggaran.
"Mereka sudah paham semua, mudah-mudahan tim sukses bisa merealisasikan di lapangan, namun bila memang ada pelanggaran maka pihaknya juga akan menindaknya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Pada hari pertama kampanye, banyak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Di antaranya banyak yang tidak menggunakan helm, beriring-iringan roda empat atau roda dua dengan mengambil semua jalan sehingga menghambat pengguna jalan lainnya, serta ditemukan kampanye yang membawa anak kecil.
"Padahal, dalam aturan tidak dibolehkan. Semua diserahkan kepada Bawaslu nanti dipilah-pilah mana pelanggaran administratif atau bukan, untuk dianalisa guna menjatuhkan sanksi," ujarnya.
Sementara, untuk yang di lapangan nanti pihaknya melakukan koordinasi dengan koordinator lapangan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas. "Memang ada yang bawa helm namun tidak dipakai, kita tegur koordinatornya," katanya.
Menurutnya, pelanggaran lalu lintas yang bersifat masif atau rombongan itu diserahkan kepada koordinator lapangan dahulu. "Kalau kecil kita tindak langsung di lapangan," tandasnya.
"Mereka sudah paham semua, mudah-mudahan tim sukses bisa merealisasikan di lapangan, namun bila memang ada pelanggaran maka pihaknya juga akan menindaknya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Senin (17/3/2014).
Pada hari pertama kampanye, banyak kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Di antaranya banyak yang tidak menggunakan helm, beriring-iringan roda empat atau roda dua dengan mengambil semua jalan sehingga menghambat pengguna jalan lainnya, serta ditemukan kampanye yang membawa anak kecil.
"Padahal, dalam aturan tidak dibolehkan. Semua diserahkan kepada Bawaslu nanti dipilah-pilah mana pelanggaran administratif atau bukan, untuk dianalisa guna menjatuhkan sanksi," ujarnya.
Sementara, untuk yang di lapangan nanti pihaknya melakukan koordinasi dengan koordinator lapangan apabila terjadi pelanggaran lalu lintas. "Memang ada yang bawa helm namun tidak dipakai, kita tegur koordinatornya," katanya.
Menurutnya, pelanggaran lalu lintas yang bersifat masif atau rombongan itu diserahkan kepada koordinator lapangan dahulu. "Kalau kecil kita tindak langsung di lapangan," tandasnya.
(mhd)