Berbagi tips di SINDO Goes to Campus
Sabtu, 15 Maret 2014 - 01:36 WIB
Berbagi tips di SINDO Goes to Campus
A
A
A
Sindonews.com - Puluhan mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Indonesia (UI) mengikuti acara SINDO Goes to Campus pada Kamis 14 Februari 2014. Bertempat di Auditorium Fakultas Psikologi UI, para mahasiswa memperoleh berbagai gambaran tentang profesi seorang jurnalis atau wartawan.
Diskusi menghadirkan Wakil Redatur Pelaksana KORAN SINDO Hana Farhana dan Asisten Redaktur Helmi Firdaus yang memberikan materi seluk beluk tentang profesi wartawan dengan mengangkat tema "Plus Minus Menjadi Wartawan".
Helmi mengatakan, pekerjaan wartawan menyenangkan dan bisa menyalurkan ekspresinya. "Ada nilai plus menurut saya. Menjadi wartawan sangat nyaman dan sesuai karakter saya," kata Helmi.
Dia pun menceritakan tentang pengalamannya ke studio musik musisi terkenal di Inggris. Hal itu merupakan buah dari perpaduan ketertarikan terhadap musik dan profesinya sebagai wartawan.
Menjadi wartawan, kata Helmi, juga bisa berhadapan dengan pejabat negara dan bisa mengkritik langsung. Itu menyenangkan buat saya," tandasnya.
Kendati demikian, dia menegaskan wartawan harus memiliki loyalitas dan tanggung jawab. Loyalitas yang dimaksud adalah pada profesi yang digeluti, bukan hanya kepada institusi. Di media manapun bekerja sebagai wartawan ketika sudah merasa loyal maka pekerjaan itu akan sangat mudah.
Begitu pula diakui Hana Farhana. Selama menjadi wartawan KORAN SINDO, Hana banyak meliput dunia olahraga yang membawanya terbang ke berbagai negara."Kalau sudah terjebak menjadi jurnalis itu susah untuk keluar. Karena dunia jurnalistik memang menyenangkan," ungkap Hana.
Menurut dia, salah satu modal untuk menjadi wartawan harus kritis dan mempunyai rasa penasaran yang tinggi. Selain itu, harus memiliki bekal jiwa pantang menyerah. Ketika menulis berita maka wartawan harus bisa bertanggung jawab atas tulisan yang dibuat.
Untuk mendapatkan berita yang bagus, kata dia, perlu banyak trik. Dengan trik khusus, berita menjadi menarik dan memiliki nilai lebih. Seperti yang dilakukannya saat meliput Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Berita yang menarik bisa didapat dari obrolan ringan bahkan hanya obrolan warung kopi. "Triknya harus banyak. Sepanjang trik itu positif ya go ahead. Yang penting dapat berita bagus," ungkap Hana.
Wahyu, mahasiswa jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI meminta tips dan trik untuk menjadi wartawan "Apa yang menjadikan para wartawan saat ini sangat mencintai pekerjaannya," tanyanya.
Helmi menjawab dirinya sangat mencintai dunia wartawan. Oleh karena itu sulit untuk meninggalkan dunia kewartawanan. "Susah untuk meninggalkan. Saya sudah pernah mencoba pekerjaan lain tapi pilihan saya ada di sini," jawabnya.
Selain pemaparan materi, para mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai fotografi yang dimentori Fotografer KORAN SINDO Arie Yudhistira dan kelas penulisan berita yang dimentori oleh Pangeran Ahmad Nurdin selaku Redaktur Opini KORAN SINDO.
Diskusi menghadirkan Wakil Redatur Pelaksana KORAN SINDO Hana Farhana dan Asisten Redaktur Helmi Firdaus yang memberikan materi seluk beluk tentang profesi wartawan dengan mengangkat tema "Plus Minus Menjadi Wartawan".
Helmi mengatakan, pekerjaan wartawan menyenangkan dan bisa menyalurkan ekspresinya. "Ada nilai plus menurut saya. Menjadi wartawan sangat nyaman dan sesuai karakter saya," kata Helmi.
Dia pun menceritakan tentang pengalamannya ke studio musik musisi terkenal di Inggris. Hal itu merupakan buah dari perpaduan ketertarikan terhadap musik dan profesinya sebagai wartawan.
Menjadi wartawan, kata Helmi, juga bisa berhadapan dengan pejabat negara dan bisa mengkritik langsung. Itu menyenangkan buat saya," tandasnya.
Kendati demikian, dia menegaskan wartawan harus memiliki loyalitas dan tanggung jawab. Loyalitas yang dimaksud adalah pada profesi yang digeluti, bukan hanya kepada institusi. Di media manapun bekerja sebagai wartawan ketika sudah merasa loyal maka pekerjaan itu akan sangat mudah.
Begitu pula diakui Hana Farhana. Selama menjadi wartawan KORAN SINDO, Hana banyak meliput dunia olahraga yang membawanya terbang ke berbagai negara."Kalau sudah terjebak menjadi jurnalis itu susah untuk keluar. Karena dunia jurnalistik memang menyenangkan," ungkap Hana.
Menurut dia, salah satu modal untuk menjadi wartawan harus kritis dan mempunyai rasa penasaran yang tinggi. Selain itu, harus memiliki bekal jiwa pantang menyerah. Ketika menulis berita maka wartawan harus bisa bertanggung jawab atas tulisan yang dibuat.
Untuk mendapatkan berita yang bagus, kata dia, perlu banyak trik. Dengan trik khusus, berita menjadi menarik dan memiliki nilai lebih. Seperti yang dilakukannya saat meliput Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Berita yang menarik bisa didapat dari obrolan ringan bahkan hanya obrolan warung kopi. "Triknya harus banyak. Sepanjang trik itu positif ya go ahead. Yang penting dapat berita bagus," ungkap Hana.
Wahyu, mahasiswa jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI meminta tips dan trik untuk menjadi wartawan "Apa yang menjadikan para wartawan saat ini sangat mencintai pekerjaannya," tanyanya.
Helmi menjawab dirinya sangat mencintai dunia wartawan. Oleh karena itu sulit untuk meninggalkan dunia kewartawanan. "Susah untuk meninggalkan. Saya sudah pernah mencoba pekerjaan lain tapi pilihan saya ada di sini," jawabnya.
Selain pemaparan materi, para mahasiswa juga mendapatkan materi mengenai fotografi yang dimentori Fotografer KORAN SINDO Arie Yudhistira dan kelas penulisan berita yang dimentori oleh Pangeran Ahmad Nurdin selaku Redaktur Opini KORAN SINDO.
(dam)